BKMG Deteksi 15 Titik Panas di Sumbar

Al Abrar    •    Rabu, 25 Oct 2017 12:48 WIB
kebakaran lahan dan hutan
BKMG Deteksi 15 Titik Panas di Sumbar
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Padang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ketaping Sumatera Barat mendeteksi 15 titik panas atau "hotspot" di provinsi.

"Berdasarkan pantauan Sensor Modis atau Satelit Terra Aqua terdeteksi enam titik panas dengan kepercayaan di atas 80 persen dan sembilan lainnya di atas 60 persen," kata petugas BMKG Ketaping Budi Samiadji dihubungi, Rabu 25 Oktober 2017.

Kepala Seksi Observasi BMKG Ketaping di Kabupaten Padangpariaman itu menyebutkan titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen terdapat di Kecamatan Kapur IX dan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.

Selanjutnya masing-masing satu titik di Sangir Batang Hari dan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan, di Pesisir Selatan Kecamatan Sutera dan Pancung masing-masing satu.

Kemudian titik panas dengan tingkat kepercayaan diatas 80 persen terdapat di Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota satu titik, Solok Selatan satu titik, Pesisir Selatan sebanyak tujuh titik.

Untuk itu Budi mengimbau semua pemangku kepentingan agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah tersebut.

"Potensi Karhutla disebabkan oleh cuaca Sumbar cenderung cerah berawan karena kondisi curah hujan yang masih minim, suhu maksimum yang tinggi serta kelembaban yang rendah," ujarnya.

"Secara umum wilayah Sumbar masih cenderung cerah hingga berawan dengan suhu 32 derajat celsius dan kelembapan minimum mencapai 50 persen," ujar Budi.

Selain itu potensi angin kencang maksimum 30-35 kilo meter per jam namun tidak terjadi terus menerus yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Mentawai, dan Padang bagian selatan.

Pihaknya meminta masyarakat juga mewaspadai perubahan cuaca mendadak, dan pihaknya akan memperbaharui jika ada perubahan dinamika atmosfir.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengungkapkan data pada Juni 2017 terdeteksi 231 titik api (hotspot), lebih besar dibanding 2016 yang hanya 155 titik api, namun masih jauh dari data 2015 yang mencapai 2.043 titik api.

Sedangkan pada Juli 2017 datanya mencapai 558 hotspot lebih besar, dari Juli 2016 yang hanya 247, namun pada 2015 mencapai 2.043 titik api. (Antara)


(ALB)