Harga BBM untuk Nelayan di Kepri Sama dengan Pulau Jawa

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 04 Dec 2017 16:32 WIB
harga bbm
Harga BBM untuk Nelayan di Kepri Sama dengan Pulau Jawa
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, GM Marketing Operational Region I Erry Widiastono, Bupati Natuna Hamid Rizal, dan pejabat Kementerian ESDM memotong pita peresmian SPBU-N di Natuna, Medcom - Anwar Sadat Guna

Batam: Masyarakat dan nelayan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tak kesulitan lagi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Masyarakat di pulau terluar Kepri itu bisa mendapatkan harga BBM yang sama dengan di Pulau Jawa. 

Hal itu bisa dirasakan warga setelah PT Pertamina (Persero) merealisasikan pengoperasian dua SPBU-Nelayan di dua lokasi di Natuna. Kedua SPBU-N tersebut yakni di Desa Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga yang melayani kebutuhan solar untuk nelayan dan usaha perikanan.

Satu SPBU-N lainnya di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur. SPBU-N ini melayani pembelian premium dan solar untuk transportasi darat dan laut, termasuk nelayan dan usaha perikanan. 

General Manager MOR I PT Pertamina (Persero) Erry Widiastono mengatakan, dua SPBU-N tersebut merupakan dua dari enam titik BBM Satu Harga di Kepuluan Riau (Kepri). Untuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), kata Erry, sudah enam titik dari sembilan titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi di Sumbagut.

"Sembilan titik tersebut, yakni dua di Kepulauan Mentawai (Sumbar), dua di Pulai Nias (Sumut), dan dua di Natuna," ujar Erry di sela peresmian SPBU-N, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, 4 Desember 2017.

Ia mengungkapkan, masih ada empat titik BBM satu harga lainnya dalam proses pembangunan di Kepri. Empat titik tersebut di Kabupaten Anambas, Kabupaten Bintan, dan dua lokasi lagi di Kabupaten Natuna. Keempat lokasi itu diharapkan bisa segera selesai tahun 2018 mendatang. 

"Pengoperasian kedua SPBU-N ini menjadi bukti nyata hadirnya Pertamina untuk mendistribusikan energi hingga ke pelosok negeri. Tugas itu tidaklah mudah, namun berkat sinergi yang kuat antara Pertamina, pemerintah, dan investor, perjuangan mewujudkan BBM satu harga di Natuna akhirnya terealisasi," ungkap Erry. 

Ia menjelaskan, Pertamina memenuhi program pemerintah dengan pemberlakuan distribusi BBM satu harga di Kepri sejalan dengan Peraturan Menteri ESDM No 36 Tahun 2016, perihal percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional, yang diberlakukan sejak 1 Januari 2017. 

Program ini, sambung Erry, diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah menggerakkan dan memeratakan perekonomian nasional, utamanya di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) NKRI.

Sebelum beroperasinya kedua SPBU-N tersebut, masyarakat harus membeli premium seharga Rp7.500 per liter, sedangkan solar sekitar Rp6.000 per liter. 

"Kini dengan dukungan semua stakeholders, mereka dapat merasakan harga yang sama dengan wilayah NKRI lainnya, yaitu Rp6.450 per liter untuk premium dan Rp5.150 per liter untuk solar," jelasnya. 

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menambahkan bahwa pemerintah menargetkan membangun 54 SPBU-N di seluruh wilayah 3T di Indonesia. Program pemberlakuan distribusi BBM satu harga ini, kata Fanshurullah, berjalan selama tiga tahun mulai 2017-2019.

"Target kami ada 150 SPBU-N yang dibangun hingga tahun 2019. Agar seluruh masyarakat dan nelayan di pulau tertinggal, terluar, dan terdepan mendapatkan layanan BBM satu harga," ungkapnya.

Bupati Natuna, Hamid Rizal, menyambut baik pengoperasian dua SPBU-N di wilayahnya, mengingat selama ini masyarakat dan nelayan di Natuna membeli BBM dengan harga yang relatif agak mahal. 

"Kami mengapresiasi upaya Pertamina mendistribusikan energi yang merata bagi masyarakat Kepri, khususnya kami yang berada di pulau terdepan NKRI. Ini sejalan dengan program Presiden untuk mensejahterakan masyarakat," ujarnya. 

Agus, 40, warga Natuna mengakui bahwa masyarakat setempat kadang kesulitan mendapatkan BBM, terutama jenis premium. Harganya pun melebihi harga yang ditetapkan Pertamina. "Kami membeli premium Rp7.000 per liter bahkan kadang lebih," ujarnya.

Kehadiran penetapan BBM satu harga di dua SPBU-N di Natuna, kata dia, sangat membantu masyarakat. "Kalau seperti ini kan (pasokan tersedia dan harga premium Rp6.450) pasti sangat membantu kami untuk melakukan aktivitas sehari-hari," pungkasnya.

Hadir dalam peresmian SPBU-N tersebut, Ketua DPRD Natuna Yusri Panji dan pejabat dari Kementerian ESDM dan unsur muspida di lingkungan Pemkab Natuna.



(RRN)