AHY: Libatkan Warga Sebagai Subjek Pembangunan

Farida Noris    •    Rabu, 06 Jun 2018 10:48 WIB
pilpres 2019
AHY: Libatkan Warga Sebagai Subjek Pembangunan
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (ANT/ ASEP FATHULRAHMAN)

Medan: Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudoyono (AHY), menyebutkan pembangunan negara akan berjalan baik bila melibatkan dan memposisikan warga negara sebagai subjek pembangunan.

"Pembangunan yang inklusif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum dan yang melibatkan seluruh warga sebagai subjek pembangunan bukan sebagai objek dalam pembangunan," kata putra sulung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu saat melakukan kunjungan ke Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa 5 Juni 2018 malam.

AHY mengatakan, sebagai subjek pembangunan warga punya hak dan kewajiban untuk mempengaruhi jalannya pemerintahan. Bahkan dalam proses mengambil keputusan yang dilakukan oleh pejabat dan pemimpin. Akan tetapi seringkali rakyat dianggap tidak tahu menahu dan tidak punya hak untuk bersuara. 

"Padahal yang paling memahami masalah rakyat itu adalah rakyat sendiri. Oleh karna itu pemimpin harus turun ke lapangan mendengarkan dan mnyerap aspirasi rakyat dab berkolaborasi dengan semua yang berkepentingan," urai suami dari Annisa Pohan ini.

Pria yang pernah berkarir di militer ini mengakui dalam kepemimpinan tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Apalagi berbicara rakyat, yang begitu besar jumlah dan banyak latar belakangnya. Namun demikian, pemimpin tentunya harus bijaksana untuk menentukan prioritas mana yang didahulukan bagi rakyat. 

"Ada periode yang sangat terbatas, lima tahun itu juga bukan waktu yang panjang kalau ingin memberikan perubahan yang lebih besar. Tetapi cukup untuk membawa perubahan yang lebih baik. Karena kepemimpinan adalah estafet. Partai Demokrat punya slogan lanjutkan apa yang sudah baik dan perbaiki apa yang belum. Itulah semangat dari leadership dan regenerasi," tegasnya.



(LDS)