1.646 Hektare Lahan di Riau Terbakar

Antara    •    Rabu, 11 Apr 2018 16:59 WIB
kebakaran lahan dan hutan
1.646 Hektare Lahan di Riau Terbakar
ilustrasi Medcom.id

Pekanbaru: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat seluas 1.646 hektare lahan di Bumi Lancang tersebut terbakar sepanjang empat bulan pertama tahun 2018.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur mengatakan titik-titik kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) tersebut menyebar di 11 kabupaten dan kota. Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah terparah yang mengalami kebakaran sepanjang awal 2018.

"Total luas kebakaran di Meranti mencapai 896,61 hektare. Mayoritas lahan yang terbakar di sana adalah lahan gambut," kata Jim, Rabu, 11 April 2018.

Jim mengatakan berdasarkan data BPBD Riau hingga Senin, 9 April 2018, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah ke dua yang mengalami Karlahut cukup parah setelah Meranti, dengan total luas mencapai 159,5 hektare.

Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu menempati posisi ke tiga dan empat dengan luas kebakaran terluas, masing-masing mencapai 131,5 hektare dan 121,5 hektare.

Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hilir, luas lahan terbakar mencapai 80,75 hektare. Akan tetapi, Karlahut di Kabupaten Rokan Hilir berpotensi meluas setelah dalam sepekan terakhir titik api baru yang berlokasi di Kecamatan Tanah Putih hingga hari ini belum bisa dikendalikan.

Kepolisian Resor Rokan Hilir menyatakan total luas Karlahut di wilayah itu mencapai 260 hektare, termasuk 10 hektare diantaranya berlokasi di lahan perusahaan PT Johanes Kepenghuluan Rantau Bais.

Lebih jauh, Jim mengatakan bahwa BPBD Riau yang merupakan bagian dari satuan tugas (Satgas) Karlahut Provinsi Riau bersama dengan TNI, Polri serta instansi terkait lainnya terus meningkatkan kewaspadaan.

"Saat ini Riau sedang mengalami transisi cuaca. Di bagian pesisir sudah mengalami musim kemarau, meski pada bagian Selatan masih cenderung hujan. Namun, situasi itu akan berubah hingga Mei mendatang diperkirakan seluruh Riau akan memasuki musim kemarau," ujarnya.

Upaya pencegahan dan penanggulangan Karlahut di Provinsi Riau menjadi atensi Presiden Joko Widodo, karena dalam waktu dekat Indonesia akan menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018.

Pesta olahraga yang diselenggarakan di Kota Palembang dan Jakarta itu akan menjadi pertaruhan menjaga nama baik Indonesia dengan salah satunya terbebas dari bencana kabut asap.


(ALB)