Pelaku Usaha Butuh Kemudahan Perizinan Industri Shipyard di Kepri

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 05 Sep 2018 17:44 WIB
dunia usaha
Pelaku Usaha Butuh Kemudahan Perizinan Industri Shipyard di Kepri
Ketua Iperindo Pusat, Eddy Kurniawan Logam, di Swiss Bell Hotel, Kota Batam, Rabu, 5 September 2018.

Batam: Industri galangan kapal atau shipyard di Batam yang sempat terpuruk dalam beberapa tahun terakhir mulai menggeliat lagi. Para pelaku usaha mulai mendapatkan beberapa pekerjaan pengerjaan kapal. Selain itu, industri ini juga membutuhkan perhatian pemerintah terutama terkait kemudahan perizinan dan investasi agar makin menggeliat di tahun-tahun mendatang. 

Demikian pandangan yang mencuat saat pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) Kepri di Swiss Bell Hotel, Kota Batam, Rabu, 5 September 2018. Sebanyak 13 pengurus inti DPC Iperindo cabang Kepri dilantik oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Ketua Iperindo Pusat Eddy Kurniawan Logam. 

"Kami menginginkan agar pemerintah daerah turut ambil bagian untuk bersama-sama menghidupkan kembali geliat industri galangan kapal di Kepri dan Indonesia pada umumnya," ungkap Ali Ulai, Ketua DPC Iperindo Kepri seusai dilantik. 

Dia mengungkapkan, pelaku industri galangan kapal tidak meminta subsidi yang membebankan negara, melainkan ingin agar pemerintah mempermudah perizinan dan dokumen. "Dengan begitu, pelaku usaha merasa nyaman dan ada kepastian hukum dalam berinvestasi," ungkap Ali.     
Tidak hanya itu, Ali berharap agar pemerintah juga bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk menekan bunga pinjaman kepada pengusaha galangan kapal serta menyesuaikan angka UMK yang tidak memberatkan pengusaha. "Kedua hal ini juga sangat penting dalam menjaga eksistensi dan kondusivitas iklim usaha galangan kapal," ujarnya.  

Dia menilai, program poros maritim yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejalan dengan visi misi Iperindo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan membawa perubahan yang memiliki dampak besar dan berkesinambungan bagi negara. "Untuk tahap awal, Iperindo beranggotakan 22 orang (pelaku usaha shipyard), nanti akan bertambah lagi sampai 40 hingga 50 anggota," ujar direktur utama PT Citra Shipyard Batam ini.

Ketua Iperindo Pusat, Eddy Kurniawan Logam juga berharap dukungan dari pemerintah untuk memajuan industri galangan kapal di Kepri. Bagaimanapun, kata Eddy, industri galangan kapal salah satu sektor penopang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

"Galangan kapal adalah investasi padat karya. Melibatkan banyak pekerja lokal sehingga perlu didukung untuk meningkatkan perekonomian nasional," papar Eddy. Dia mengakui bahwa peran pemerintah terhadap pelaku industri galangan kapal sudah cukup baik. 

Program poros maritim yang dijalankan oleh pemerintahan Joko Widodo, sambung Eddy, cukup membantu perusahaan galangan kapal. Kapal-kapal negara yang anggaran pengadaannya dari APBN, 80 persen dipercayakan ke perusahaan galangan kapal dalam negeri. 

Namun demikian, dia berharap agar dukungan serupa lebih ditingkatkan lagi sehingga tak ada lagi angka impor kapal, baik dari pihak pemerintah atau kalangan swasta lainnya. "Untuk mencapai itu perlu ada sebuah wadah seperti ini. Melalui Iperindo ini kami berharap agar pemerintah pusat ataupun daerah bisa bersinergi sama-sama memajukan industri galangan kapal yang ada," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik semangat para pelaku usaha membangkitkan lagi industri galangan kapal di Kepri yang sempat terpuruk. Nurdin berharap agar seluruh anggota Iperindo bersinergi dan saling membantu memajukan kembali geliat industri galangan kapal di Kepri. 

"Kami pemerintah tentu sangat mendukung. Apalagi di Kepri dan khususnya di Batam ini memiliki potensi besar di industri galangan kapal. Industri ini juga berkontribusi untuk memajukan daerah kita ini. Apapun program yang dijalankan Iperindo dan para pelaku usaha tentu kami dukung," ujar Nurdin.



(ALB)