Rayonisasi BPJS Kesehatan Berakibat RSUD dr Pirngadi Sepi Pasien

Farida Noris    •    Senin, 28 Aug 2017 19:22 WIB
bpjs kesehatan
Rayonisasi BPJS Kesehatan Berakibat RSUD dr Pirngadi Sepi Pasien
Kartu BPJS Kesehatan, Ant - Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Medan: RSUD dr Pirngadi Medan, Sumatera Utara, tampak sepi. Hal itu terjadi setelah pemberlakuan pelayanan BPJS Kesehatan yang memakai sistem rayonisasi.

Pantauan Metrotvnews.com, Senin 28 Agustus 2017, beberapa ruangan tampak kosong. Tak tampak pasien yang dirawat. Pengunjung maupun kerabat pasien juga tak berada dalam beberapa ruangan.

Kondisi itu tampak di ruang perawatan III. Antrean di bagian administrasi, pembayaran, maupun pendaftaran juga tak terjadi.

Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, mengatakan kondisi itu terjadi sejak BPJS Kesehatan berlaku. Sementara pelayanan BPJS Kesehatan dengan sistem rayonisasi berlaku mulai 2014.

"Kalau dulu menggunakan Askes, rumah sakit yang diutamakan adalah milik pemerintah. Kalau sekarang kan distribusi pasiennya merata, dan berjenjang," kata Edison di ruang kerjanya, Senin 28 Agustus 2017.

Namun Edison membantah kondisi itu terjadi akibat pelayanan buruk. Obat-obatan di RSUD dr Pirngadi tetap paten.

Edison menerangkan RSUD dr Pirgadi menjadi rumah sakit rujukan. Biasanya, pasien berasal dari berbagai daerah, puskesmas, dan klinik di Kota Medan. Sebelum ke RSUD, pasien terlebih dulu ditangani di klinik dan puskesmas. Bila puskesmas dan klinik tak sanggup, barulah pasien dirujuk ke RSUD.

"Sejak adanya BPJS, memang ada pengaruhnya dalam jumlah pasien. Sejak BPJS berlaku, jumlah pasien rawat inap kita ada sekitar 200-an, dan rawat jalan sekitar 700-an yang masuk setiap hari," tegasnya.

Pengamat Kesehatan Destanul Aulia mengatakan pasien pasti menginginkan pelayanan yang baik. Bila tak puas dengan pelayanan, pasien berpikir ulang untuk mendatangi rumah sakit tersebut.

"Apalagi dugaan obat obatan yang kosong serta dokternya jarang masuk. Ini bisa melemahkan RSUD dr Pirngadi," ungkap dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Destanul pun meminta manajemen RSUD dr Pirngadi memperbaiki pelayanan. Seorang direktur, lanjutnya, harus berjiwa enterpreneurship. Sehingga rumah sakit bisa mendapatkan sumber pembiayaan baru dan memberikan pelayanan yang memuaskan.

"Tentunya ada kesalahan dari manajemen. Sudah seharusnya pelayanan ditingkatkan," bebernya.


(RRN)