Anggota Polda Sumut jadi Korban Penganiayaan

Budi Warsito    •    Kamis, 15 Jun 2017 12:22 WIB
perselisihan tni-polri
Anggota Polda Sumut jadi Korban Penganiayaan
Brigadir Abdul Geofran Ahmad. (Metrotvnews.com/Ist)

Metrotvnews.com, Medan: Anggota Polda Sumatera Utara, Brigadir Abdul Geofran Ahmad menderita luka robek di kepalanya. Dia menjadi korban penganiayaan oleh anggota TNI.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting menyebutkan pengeroyokan terjadi kemarin sore, di Jalan Veteran, Pasar 8 Desa Manunggal, ‎Medan. Saat itu, anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital itu tengah dalam perjalan menuju Mapolda Sumut.

"Sampai di lokasi kejadian, dia diberhentikan oleh dua orang yang dikenalnya. Yaitu Praka Selamet dan Taufik," jelas Rina, Kamis, 15 Juni 2017.

Di lokasi, Praka Selamet menghubungi seorang pria yang diduga prajurit marinir TNI AL bernama Feri. Mendengar itu, Geofran berusaha melarikan diri dengan meninggalkan motornya.

Praka Selamet dan Taufik mengejar. Tiba-tiba muncul Serka Feri dan Alek yang merupakan rekan dari Praka Selamet.‎

Pada saat itu, Alek (pelaku) langsung memukul bagian kepala dengan kayu. Akibatnya, Geofran mengalami luka robek. Saat korban terjatuh, para pelaku bersama-sama memukuli.

Rina menduga peristiwa ini terjadi setelah sebelumnya Geofran dan rekannnya Brigadir Yudi, personel Sat Shabara Polrestabes Medan, menangkap Alek pada Minggu, 11 Juni 2017 di Jalan Marelan, Pasar 4 Marelan.

Alek diduga sebagai teknisi mesin jakcpot. ‎Namun, kata Rina, pria tersebut berhasil melarikan diri.

"Pada saat akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Alek melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya," papar Rina. Kepolisian telah menurunkan tim untuk menyelediki kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, tim Metrotvnews.com masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari Kodam I/Bukit Barisan dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan.


(SAN)