Bandar Ditangkap saat Bawa Rp400 Juta ke Markas BNN

Farida Noris    •    Selasa, 08 Nov 2016 19:28 WIB
narkoba
Bandar Ditangkap saat Bawa Rp400 Juta ke Markas BNN
Suasana sidang perkara suap narkoba di ruang Cakra III Pengadilan Negeri Medan, Selasa (8/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Farida Noris)

Metrotvnews.com, Medan: Mantan Kasat Narkoba Polres Belawan Ichwan Lubis disebut menerima aliran dana dari bandar narkoba. Uang itu dimaksudkan untuk mengamankan kasus itu.

Fakta itu terungkap dalam keterangan saksi Toto Susilo dari Badan Nasional Narkotika dalam persidangan di ruang Cakra III Pengadilan Negeri Medan, Selasa 8 November.

"Ada aliran dana ke Ichwan. Uang itu ditransfer Janti kakak Togiman ke Tjun Hin, lalu diserahkan ke Ichwan Rp2,3 miliar," jelas Toto.

Dalam kesaksiannya, Toto Susilo menyebutkan tim BNN menangkap Ichwan karena ada keterkaitan dengan Mirawaty alias Achin. Wanita yang merupakan kaki tangan Togiman itu ditangkap 1 April 2016 di kawasan Lotte Mart, Jalan Gatot Subroto, Medan. Dia memiliki 46 ribu butir inex, sabu 20,5 kg dan pil happy five 600 ribu butir.

Selain Toto, sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum Yunitri Sagala menghadirkan tiga saksi lain dari BNN. Antara lain, Anton Sujarwo, Wasidi, dan Ahmad Mino.

Baca: AKP Ichwan Lubis Minta Rp3 Miliar ke Bandar Narkoba

Mereka memberikan keterangan untuk terdakwa Togiman alias Togi, Tjun Hin alias Ahin, Janti, dan Ichwan Lubis.

Saksi Ahmad Mino, menceritakan uang yang diserahkan Janti kepada Tjun Hin atas suruhan Togiman. Uang itu diserahkan kepada Ichwan Lubis secara bertahap. 

"Uang itu untuk mengurus kasus. Tapi (lebih) terangnya bisa ditanyakan ke penyidik sebab kami hanya petugas lapangan yang diperintahkan untuk menangkap Ichwan Lubis," ujar Mino menjawab pertanyaan hakim.


Para tersangka dalam kasus suap perdagangan narkoba.

Mino menuturkan, penangkapan Ichwan melalui koordinasi dengan Propam Polda Sumut. Ichwan diserahkan ke BNN pada 21 April 2016 untuk dibawa ke Jakarta guna pemeriksaan intensif.

"Awalnya posisi Ichwan sebagai saksi. Tetapi dari pengembangan, dia terlibat," katanya.

Sementara, saksi Anton dan saksi Wasidi merupakan petugas BNN yang menangkap Janti, Togiman, dan Tjun Hin. Keduanya membeberkan transaksi mencapai Rp2,3 miliar dan Rp400 juta.

Baca: Kasus AKP Ichwan Lubis Segera Disidangkan

Dari hasil pengembangan, ditangkaplah Janti di Perumahan Sunggal pada 7 April 2016 serta menyita sejumlah buku tabungan dan ATM. Berlanjut ke penangkapan Togiman empat hari kemudian di Lapas Lubuk Pakam.

"Janti bertugas mengatur transaksi serta menyimpan uang. Terbukti dari buku tabungan tercatat nilai mencapai Rp8 miliar lebih, yang kini telah dibekukan," tutur saksi.

Sedang Tjun Hin ditangkap saat datang ke Kantor BNN Medan dengan membawa uang Rp400 juta.

"Apa betul Tjun Hin datang setelah ditelepon penyidik, dan uang itu untuk apa," tanya Ketua Majelis Hakim Erintuah.

Wasidi pun membenarkan. Penyidik langsung menelepon Tjun Hin agar datang ke Kantor BNN Provinsi Sumut. Uang itu untuk Ichwan yang bertugas di Satnarkoba Polres Belawan.

"Kalau uang yang Rp400 juta tersebut, untuk urusan kasus Achin. Saat datang ke Kantor BNN itulah Tjun Hin ditangkap," bebernya.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim sempat menegur JPU Yunitri karena tidak dapat menghadirkan bukti penyitaan dan uang yang diterima Ichwan Lubis. Sidang ditunda hingga pekan depan, masih beragendakan pemeriksaan saksi-saksi.


(SAN)