Sidang Perdana AKP Ichwan Lubis Digelar Akhir September

Farida Noris    •    Jumat, 16 Sep 2016 13:25 WIB
narkoba
Sidang Perdana AKP Ichwan Lubis Digelar Akhir September
Mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Pelabuhan Belawan Ajun Komisaris Polisi Ichwan Lubis (Foto: dok/Metro TV)

Metrotvnews.com, Medan: Sidang perdana kasus narkoba yang menjerat mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis akan digelar akhir September. Tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam jaringan narkoba itu akan disidangkan dengan tersangka Togiman Alias Toge.

"Sidang perdananya digelar pada Selasa 27 September nanti. Kebetulan saya sendiri yang akan jadi majelis hakim ketua persidangan itu," kata Humas Pengadilan Negeri Medan Erintuah Damanik, Kamis (15/9/2016). 

Damanik akan didampingi majelis hakim anggota yakni Jhonny Simanjuntak dan Tumpanuli Marbun. Sementara, Wahyu dan Nixon bertindak sebagai panitera.

"Saya sudah sampaikan hal ini kepada JPU (jaksa penuntut umum) yang menangani perkara ini Yunitri Sagala secara lisan. Pemberitahuan kepada Kejari (Kejaksaan Negeri) Medan juga akan disampaikan," ujar dia.

Penetapan jadwal tersebut dilakukan setelah Selasa (13/9/2016) lalu dirinya menerima surat  pemberitahuan penunjukan dirinya sebagai majelis hakim ketua. 

"Saya tetapkan sidangnya dua pekan setelah saya terima pemberitahuannya. Biar tidak ada alasan sidang itu tidak jadi digelar," imbuh dia.

Baca: AKP Ichwan Lubis dan Berkas TPPU Dilimpahkan ke Kejari Medan

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ichwan Lubis ditangkap anggota BNN pada 21 April 2016 malam di kediamannya. Ichwan diduga menyalahgunakan wewenang sebagai aparat penegak hukum.

Ichwan diduga menerima uang Rp2,3 miliar dari jaringan kelompok yang dikendalikan Togiman alias JT Toni alias Toge dari Lembaga Pemasyarakatan Lubuk Pakam.

Pemberian uang dari hasil bisnis narkoba Toge itu diduga untuk menutup kasus bandar narkoba rekan Toge, Achin alias MR yang sebelumnya ditangkap oleh BNN. Pengungkapan kasus berawal dari penangkapan Achin karena terbukti membawa 46 ribu ekstasi, 20 kg sabu, dan 600 ribu butir happy five pada April 2016.

Narkoba itu diduga berasal dari Toge, narapidana yang ditahan di Lapas Lubuk Pakam. Toge juga pernah ditangkap pada 2009 atas kasus serupa dengan barang bukti tujuh butir ekstasi dan divonis 1 tahun penjara. Dalam kasus ini, kakak Toge JT juga ditangkap penyidik BNN di Medan, Sumatera Utara, pada Kamis 7 April 2016, lantaran rekeningnya digunakan Toge.


(TTD)