Kebutuhan MCK Jadi Kendala Penanganan Korban Kebakaran di Karimun

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 05 Nov 2017 16:29 WIB
kebakaran rumah
Kebutuhan MCK Jadi Kendala Penanganan Korban Kebakaran di Karimun
Para korban kebakaran untuk sementara mengungsi di masjid yang berada tak jauh dari lokasi kebakaran, di wilayah Pulau Kambing, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Minggu, 5 November 2017.

Metrotvnews.com, Batam: Bantuan dan sumbangan dari donatur dan masyarakat Karimun mulai berdatangan ke posko pengungsian korban kebakaran di Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Minggu, 5 November 2017. 

"Bantuan yang berdatangan tersebut, di antaranya mie instan, air minum mineral, dan pakaian. Beberapa donatur juga memberikan bantuan uang tunai," ungkap Koordinator Tim Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Karimun, Dedy kepada Metrotvnews.com, Minggu, 5 November 2017.

Ia mengungkapkan, sekira ratusan korban kebakaran masih berada di lokasi pengungsian, yakni di masjid dan tiga tenda besar yang didirikan warga sekitar. Kebutuhan para korban juga terus di data selama di pengungsian. 

"Kementerian Sosial RI melalui Kantor Dinsos Karimun telah mendistribusikan tempat tidur dari matras bagi para korban. Sebelumnya, bantuan berupa selimut dan sarung juga didistribusikan kepada korban kebakaran," ungkap Dedy. 

Baca: Api Lahap 30 Rumah di Karimun

Kebutuhan lain yang juga diperlukan oleh para korban yakni air bersih termasuk untuk Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). "Kebutuhan MCK masih jadi kendala karena kamar mandi dan toilet di masjid tak mampu menampung semua pengungsi," tutur Dedy. 

Sebagai antisipasi untuk memenuhi kebutuhan air bagi para korban kebakaran, kata dia, sementara ini air dialirkan dari Mapolres Karimun. "Jarak antara lokasi kejadian dengan Polres Karimun sekira 400-500 meter," ujarnya. 

Pihaknya berharap segera ada solusi untuk mengatasi kebutuhan MCK para korban. Sementara itu, Bupati Karimun hingga pukul 12.00 WIB, sudah tiga kali mengunjungi para korban pengungsian. 

Informasi yang dihimpun, Bupati Karimun Aunur Rafiq tiba pertama di lokasi sekira pukul 06.00 pagi. Tak lama berselang, sekira pukul 07.00 WIB, Aunur kembali mengungjungi para korban dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran. 

"Pada pukul 09.00 WIB, Bupati Aunur Rafiq datang lagi ke lokasi dan mengumpulkan para tim untuk melakukan breafing guna penanganan para korban kebakaran," papar Dedy. 

Kebakaran hebat terjadi di Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri, Minggu, 5 November 2017 dini hari sekira pukul 00.30 WIB. Sebanyak 30 rumah warga Pulau Kambing, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, ludes dilahap sijago merah dalam kejadian itu.

Peristiwa itu mengakibatkan sebanyak 30 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 117 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban kebakaran saat ini menempati beberapa lokasi pengungsian.


(ALB)