Polda Riau Tangkap 1.500 Tersangka Narkotika Sejak Januari

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 30 Oct 2017 16:49 WIB
narkoba
Polda Riau Tangkap 1.500 Tersangka Narkotika Sejak Januari
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Kepolisian Daerah (Polda) Riau terus bersinergi dengan lembaga dan instansi terkait memberantas peredaran narkoba di Provinsi Riau. Wilayah ini merupakan pintu masuk narkoba untuk diedarkan tak hanya hanya di Pekanbaru, tetapi wilayah lainnya termasuk Pulau Jawa. 

"Wilayah kita (Provinsi Riau) ini merupakan salah satu jalur masuk narkoba. Kami terus berupaya menutup dan mencegah akses masuknya dan mengungkap peredarannya di Riau," ungkap Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Riau Kombes Pol Hariono di Mapolda Riau, Senin, 30 Oktober 2017.

Hariono mengungkapkan, sepanjang Januari hingga pertengahan Oktober 2017, Polda Riau telah menangani 1.150 kasus narkotika. Jumlah barang bukti narkotika yang disita dari kasus tersebut; ganja sebanyak 115 kilogram (kg), 200.056 butir ekstasi, dan 75 kg sabu-sabu.

"Jumlah barang bukti sabu yang disita tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2016, jumlah sabu yang disita hanya 9 kg," ungkap Hariono. Ia menambahkan, dari 1.150 kasus narkotika yang berhasil diungkap, polisi menetapkan 1.500 orang sebagai tersangka. 

Dikatakan Hariono, jumlah tersangka sangat banyak karena dalam satu kasus, ada dua hingga tiga orang yang terlibat. Seluruh tersangka yang ditangkap, jelas dia, hasil pengungkapan kasus jajaran Ditresnarkoba Polda Riau dan jajaran kepolisian di kabupaten/kota di Provinsi Riau. 

"Meningkatnya jumlah kasus yang diungkap maupun barang bukti yang disita berkat keaktifan seluruh jajaran di Polda Riau memberantas peredaran narkoba di wilayah ini," ungkapnya. 

Ditresnarkoba Polda Riau mengungkap jaringan narkoba di Riau, Sabtu, 28 Oktober 2017. Dari tangan tiga tersangka, Rio Nanda, 28; Isma Deni, 31; dan Anisa, 28; polisi menyita 7 kg sabu dan 28.500 butir ekstasi. 

Narkotika itu tak hanya akan diedarkan di Pekanbaru, tetapi wilayah di sekitarnya. Sebelumnya, pada 5 Oktober 2017, Polda Riau bersama BNN juga mengungkap sindikat narkoba internasional di Pekanbaru. 

Dalam kasus ini, polisi menyita 25 kg sabu dan 25 ribu butir ekstasi dari dua tersangka. Sabu dan ekstasi itu berasal dari Malaysia. Satu tersangka, yakni Jafar ditembak polisi karena berusaha kabur dan melawan petugas. 


(ALB)