Kemendag Amankan 670 Ton Bawang Bombay Impor di Medan

Farida Noris    •    Jumat, 08 Jun 2018 05:27 WIB
bawang
Kemendag Amankan 670 Ton Bawang Bombay Impor di Medan
Bawang bombay impor di Gudang Letda Sujono. Medcom.id/ Farida

Medan: Impor bawang bombay asal India yang tidak memenuhi ketentuan diduga telah beredar di pasar tradisional di Kota Medan. Bahkan baru-baru ini Kemendag mengamankan 670 ton bawang bombay yang tidak memenuhi ketentuan impor di wilayah Medan, Sumatera Utara. 

Pengamanan terhadap bawang bombay asal India ini dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran ketentuan impor sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 105 Tahun 2017 tentang karakteristik bawang bombay yang dapat diimpor yaitu bawang dengan ukuran umbi minimal 5 cm. 

Selain ketentuan dalam Kepmentan tersebut, importir juga diduga melanggar ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Perubahan Ketiga atas Permendag No. 30/M-DAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. 

Informasi yang diperoleh melalui sumber dari Kementerian Perdagangan, bawang impor tersebut disita dari CV SMM di dua gudang yang ada di Kota Medan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pengawasan terhadap dugaan impor bawang bombay yang tidak memenuhi ketentuan. 

Kepala Seksi Pelayanan Operasional Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Sudiwan Situmorang mengakui ada bawang bombai impor yang tidak sesuai ketentuan yang diamankan di Kota Medan. Namun mengenai penyelesaian masalah itersebut diakui Sudiwan bukan wewenangnya, melainkan tugas dari Satgas Pangan.

"Terkait itu, penyelesaiannya bukan tugas karantina. Tapi postporter dalam hal ini Satgas Pangan dengan terbitnya surat keputusan dari Menteri Perekonomian. Kalau ada indikasi penyakit, baru kita musnahkan. Tapi kan selama ini masih sehat, tapi ini cuma masalah bawang bombay di bawah 5 cm. Itu bukan wewenang kami," tutur Sudiwan.

Dia mengatakan tugas dari Balai Besar Karantina Pertanian Belawan hanya menangani masalah penyakit hasil pertanian. Sehingga bila ada bawang bombay impor yang ukurannya di bawah 5 cm masuk melalui Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, maka akan ditangani oleh Satgas Pangan.

"Berarti diamankan karena tidak sesuai dengan peraturan tadi, karena ukurannya di bawah 5 cm. Tugas kami hanya masalah penyakit saja. Karena tidak ada penyakit, maka kita lepaskan. Tapi kalau ukuran bawang kecil, itu bukan tugas kami lagi. Jadi tidak mungkin kalau kita tahan di Pelabuhan Barang, makanya diamankan lah di posporter," papar dia.

Menurut Sudiwan sesuai Surat Edaran dari Menko Perekonomian terkait masalah pembatasan impor itu diselesaikan di post porter yang akan ditangani oleh Satgas Pangan dalam hal ini Polda Sumut. 

"Prosesnya sekarang, tugas kami cuma masalah penyakit dan keamanan pangan seperti banyak pestisida, baru kita tolak. Kalau ada ukuran bawang bombay impor masuk tidak sesuai ketentuan, bukan berarti diloloskan, tapi diselesaikan di post porter, mereka lah mengamankan, kita kordinasi ke mereka. Jadi biar tidak terhambat di pelabuhan, makanya seperti itu tindakan yang diambil," pungkas dia.


(SCI)