Muncul 28 Titik Panas di Empat Provinsi Pulau Sumatera

Antara    •    Selasa, 13 Jun 2017 12:39 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Muncul 28 Titik Panas di Empat Provinsi Pulau Sumatera
Ilustrasi: Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperlihatkan peta sebaran titik panas di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru, Riau. (Ant/Rony Muharrman)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 28 titik panas, yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi Pulau Sumatera, Selasa pagi, 13 Juni 2017.

"Empat titik panas terpantau berada di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Lampung," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru.

Rinciannya, 14 titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen terpantau di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Tujuh titik berada di Sumatera Utara, empat titik di Riau serta tiga lainnya terdeteksi di Provinsi Lampung.

Khusus di Riau, demikian Slamet, empat titik panas menyebar di tiga kabupaten, yakni dua titik di Pelalawan serta dua titik lainnya di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

"Dari empat titik panas di Provinsi Riau, satu titik dipastikan sebagai titik api," ujar Slamet.

Satu titik api yang menjadi indikasi kuat adanya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen tersebut berada di Pelalawan, tepatnyan di Kecamatan Kuala Kampar.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur menuturkan pihaknya akan segera melacak keberadaan titik panas dan titik api sesuai koordinat yang disampaikan BMKG.

Pemetaan titik panas itu dilakukan menggunakan helikopter patroli jenis Bolcow, berikut disiagakan lima helikopter pengebom air apabila ditemukan adanya kebakaran.

Dalam sepekan terakhir, BMKG terus mendeteksi keberadaan titik panas maupun titik api di Pulau Sumatera. Titik panas sendiri merupakan indikator adanya kebakaran hutan dan lahan. Namun tingkat kepercayaan di atas 50 persen sehingga perlu pemeriksaan ke koordinat untuk memastikan kebenaran adanya kebakaran lahan.


(SAN)