Mantan Pangdam Bukit Barisan Bakal Gugat Polda Sumut

Farida Noris    •    Sabtu, 18 Mar 2017 17:34 WIB
sengketa tanah
Mantan Pangdam Bukit Barisan Bakal Gugat Polda Sumut
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Medan: Mantan Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian bakal melaporkan penyidik Polda Sumut dan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Pancing Bussiness Centre dan Yayasan Chong Wen. Langkah itu dilakukan Burhanuddin pasca permohonan praperadilannya dikabulkan Pengadilan Negeri Medan.

"Saya adalah korban penzaliman penyidik Polda Sumut. Padahal Yayasan Cinta Budaya yang menyerobot tanah saya. Tapi Polda malah menjadikan saya sebagai tersangka. Akan tetapi praperadilan saya menangkan. Ini membuktikan saya tidak bersalah. Karena itu saya akan tempuh upaya hukum terhadap Polda Sumut, PT Pancing Bussiness Centre dan Yayasan Chon Wen," kata Burhanuddin, Sabtu 18 Maret 2017.

Dalam kasus ini, Polda Sumut menetapkan Burhanuddin Siagian sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan seluas 2,3 hektare di Jalan Melati (Komplek MMTC) Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang di atasnya telah berdiri bangunan Sekolah Cinta Budaya. Burhanuddin lantas menempuh upaya praperadilan.

Ternyata hakim tunggal Morgan Simanjuntak mengabulkan permohonan praperadilan itu pada Selasa 14 Maret 2017. Hakim menyatakan surat perintah penyidikan (sprindik) yang menetapkan Burhanuddin sebagai tersangka tidak sah dan tidak berdasarkan hukum. Karena itu termohon (Polda Sumut) diperintahkan mencabut sprindik yang menetapkan pemohon (Burhanuddin) sebagai tersangka. 

Sementara itu, Ibeng Syafruddin, tim kuasa hukum dari lembaga Bantuan Hukum Al Washliyah Medan meminta agar Yayasan Chong Wen menghentikan segala kegiatan yang sifatnya untuk kepentingan yayasan itu. Akan tetapi terkait aktifitas pendidikan yang berdiri di lahan itu, tim kuasa hukum akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Tanah milik klien kami itu ternyata sebagian telah dialihkan oleh PT PBC kepada Yayasan Chong Wen. Ironisnya pembangunan Sekolah Cinta Budaya itu tetap berlanjut di saat tanah masih bersengketa. Di samping itu, SHGB Nomor 3157 milik PT Pancing Bussiness Centre telah dibatalkan PTUN Medan dan telah berkekuatan hukum tetap," urainya.

Dia juga menambahkan dalam waktu dekan akan menyurati Polda Sumut agar menyikapi putusan praperadilan yang memenagkan kliennya. Tak hanya itu, Polda Sumut juga diminta agar mengembalikan barang-barang yang pernah disita dari lahan milik Burhanuddin itu.

"Nama baik klien kami dipermalukan dan dicemari. Beliau (Burhanuddin) disebut menyerobot tanah dengan memanfaatkan institusi TNI. Makanya kami akan menempuh upaya hukum. Kami akan surati kompolnas dan propam atas kesalahan prosedur yang dilakukan penyidik. Kami juga akan mengajukan gugatan PMH terhadap PT Pancing Bussines dan Yayasan Chong Wen," bebernya.


(ALB)