Dua Anak Cacat Diduga Jadi Korban Pungli Oknum Dinsos

Budi Warsito    •    Kamis, 16 Mar 2017 16:01 WIB
pungli
Dua Anak Cacat Diduga Jadi Korban Pungli Oknum Dinsos
Keluarga Rindu Sinaga -- MTVN/Budi Warsito

Metrotvnews.com, Deli Serdang: Dua anak cacat, Rimles Sinaga, 10, dan Ruben Sinaga, 9, diduga menjadi korban pungutan liar (pungli) oknum pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Dugaan pungli itu terendus berdasarkan pengakuan Marsisna Silitonga, ibu Rimles dan Ruben.

Marsisna mengaku, dirinya dimintai uang Rp1 juta oleh oknum pegawai Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Deli Serdang berinisial GA. Uang tersebut sebagai `pelicin` agar kursi roda sumbangan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan yang diperoleh anaknya segera diserahkan.

"Pada perayaan Natal Oikumene, anak-anak cacat menerima santunan uang senilai Rp2 juta dan dua kursi roda yang langsung diserahkan pak Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan," kata Marsisna, warga Kelurahan Sei Semayang, Dusun XII, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis, 16 Maret 2017.

Setelah hajatan selesai, ternyata kusri roda yang mereka terisma ditahan GA. Alasannya, akan diperbaiki terlebih dahulu. Marsina dan keluarga mempercayainya. Mereka kemudian diantar pulang oleh seorang kenalan.

"Kami pulang tanpa membawa kursi roda itu. Tetangga kami, Mak Febri Boru Aritonang, selaku yang menghubungkan kami kepada GA, menyarankan supaya kami kasih uang seikhlasnya," terangnya.

Begitu sampai di rumah, Marsisna memberi uang Rp300 ribu kepada Mak Febri untuk disampaikan kepada GA. Keesokan harinya, Mak Febri kembali dan meminta satu amplop yang diberikan Bupati Deli Serdang. Namun, Marsisna tidak mengabulkan permintaan Mak Febri.

"GA kemudian menghubungi melalui telepon. Katanya, kursi tersebut dapat diberikan setelah kami memberikan uang Rp1 juta," jelasnya.

Cerita Marsisna diamini suaminya, Rindu Sinaga. Ia menuturkan, pada 28 Desember 2016, dirinya dihubungi GA untuk diajak bertemu. Mereka sepakat bertemu di Jalan Binjai Km 13, Gang Horas, Kecamatan Sunggal.

Saat pertemuan itu, Rindu mengaku menyerahkan uang Rp600 ribu kepada GA untuk menggenapi uang yang sebelumnya sudah diserahkan kepada Mak Febri. "Setelah saya serahkan uang itu, barulah kursi roda diberikan kepada kami," beber pria yang bekerja sebagai buruh pabrik kopi ini.

Sementara itu, GA yang dikonfirmasi melalui telepon membantah telah menerima uang dari keluarga Rindu Sinaga. Ia berdalih, pertemuan itu untuk menyerahkan kursi roda.

"Gak ada minta-minta uang itu. Saat itum ada undangan pesta di Binjai. Sekalianlah kubawa kursi rodanya, biar gak habis biaya orang itu datang ke Lubukpakam, dan kusuruh tunggu di sana," tegasnya.

Ga mengatakan, bantuan kursi roda berasal dari pihak ketiga dan diserahkan saat Natal 2016. Saat itu, Bupati Deli Serdang diundang panitia dan diminta menyerahkan bantuan.

Kondisi Rimles dan Ruben hanya bisa duduk jika disandarkan. Kakak beradi itu lemas dan tidak berdaya, terutama pada kaki dan tanggannya.


(NIN)