47 Jenazah Korban Kapal Tenggelam Teridentifikasi

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 12 Nov 2016 15:45 WIB
kapal tenggelam
47 Jenazah Korban Kapal Tenggelam Teridentifikasi
TIm SAR gabungan saat menyelamatkan korban kapal tenggelam di Batam. Foto: MI/Hendri Kremer

Metrotvnews.com, Batam: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri telah mengidentifikasi 47 jenazah korban kapal tenggelam, di perairan Tanjungbemban, Teluk Mata Ikan, Kecamatan Nongsa, Batam, 2 November 2016 lalu. Terakhir, Tim DVI mengidentifikasi dua jenazah. 

Kedua jenazah itu merupakan bagian dari tujuh jenazah yang tersisa di ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri. Kedua jenazah yang teridentifikasi, yakni satu laki-laki dewasa dan perempuan dewasa. 

"Dua jenazah ini teridentifikasi dari hasil rekonsiliasi melalui data dental, sidik jari, dan properti. Identifikasi juga dikuatkan dari keterangan keluarga korban," kata Wakapolda Kepri Kombes Pol Didi Haryono, di RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu (12/11/2016). 

Kedua jenazah yang teridentifikasi tersebut, yakni Kurdianto, 42, asal Bondowoso, Jawa Timur dan Satema, 44, asal Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Kedua jenazah segera dipulangkan ke kampung halaman masing-masing Senin 13 November.

Didi mengatakan, masih ada tujuh jenazah korban kapal tenggelam yang belum teridentifikasi. Ketujuh jenazah itu terdiri dari enam jenazah laki-laki dewasa dan satu jenazah anak perempuan. 

"Kami sudah mengambil DNA ketujuh jenazah. Saat ini menunggu data antemortem sebagai pembanding. Kalau sudah ada, nanti kami kumpulkan bersama data postmortem lalu kita cocokkan," ujarnya.



Kabid Dokkes Polda Kepri AKBP Djarot Wibowo menambahkan, sampai saat ini Tim DVI Polda Kepri telah mengidentifikasi 47 jenazah dari total 54 jenazah yang ditemukan Tim SAR gabungan. 

Ke-47 jenazah tersebut, kata Djarot, terdiri dari 14 jenazah perempuan dewasa, 32 jenazah laki-laki dewasa, dan satu jenazah anak perempuan. 

"Seluruh jenazah dipulangkan secara bertahap melalui Bandara Hang Nadim Batam. Pemulangan tersebut dibiayai BNP2TKI," kata Djarot. 

Selain korban meninggal, BNP2TKI juga telah memulangkan seluruh korban selamat ke kampung halaman masing-masing. Umumnya korban berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jumlah korban selamat mencapai 41 orang, seorang di antaranya ABK dan melarikan diri. 

Pada Rabu 9 November Tim DVI juga berhasil mengidentifikasi lima jenazah. Kelima jenazah tersebut antara lain:
 
1. Suhaili, 35, warga Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
2. Usman, 37, asal Lombok Tengah, NTB.
3. Sunarmiati, 45, asal Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
4. Idris Ismail, 26, asal Bireun, Aceh.
5. Irman, 47, asal Lombok Tengah, NTB.

Kapal cepat berpenumpang 101 orang tenggelam usai menabrak karang di perairan Tanjungbemban, Teluk Mata Ikan, Batam, 2 November 2016. Dalam kejadian ini, 54 orang meninggal dan 41 korban selamat. Enam penumpang lainnya sampai saat ini belum ditemukan.


(UWA)