Puluhan Alat Tambang di Pangkalpinang Dibakar

Rendy Ferdiansyah    •    Rabu, 12 Oct 2016 15:18 WIB
bencana banjir
Puluhan Alat Tambang di Pangkalpinang Dibakar
Banjir yang melanda Pangkalpinang, Februari 2016, Ant - Aprionis

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Pemerintah Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, membakar puluhan alat tambang, Rabu 12 Oktober. Alat-alat tersebut digunakan untuk menambang secara ilegal di daerah aliran sungai (DAS) di Pangkalpinang.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Sopian mengatakan sejumlah tempat menjadi lokasi penambangan timah ilegal. Yaitu Parit Enam, Ampui, Teluk Bayur, dan Pangkalarang. Aksi itu merusak lingkungan dan menyebabkan banjir.

"Banjir paling besar terjadi pada Februari lalu. Banjir akibat aktivitas penambang yang berujung pendangkalan sungai," kata Sopian di ruang kerjanya di Pangkalpinang.

Baca: Banjir di Pangkalpinang Menelan Korban

Lantaran itu, Pemkot menertibkan penambangan ilegal di Pangkalpinang. Petugas membakar puluhan alat yang digunakan penambang ilegal. Namun petugas tak menahan pemilik alat.

Sopian berharap warga tak lagi menambang. Sehingga warga dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk DAS.

Di lain tempat, Polda Kepulauan Bangka Belitung menetapkan lima tersangka dalam kasus penambangan di hutan lindung Aik Kesal di Desa Badau, Kabupaten Belitung. Kelima tersangka merupakan pemilik lokasi Tambang Inkonvensional (TI) Aik Kesal Belitung.


(RRN)