Tekan Kerugian, Pengusaha Kirim Produk dengan Penerbangan Asing

Puji Santoso    •    Jumat, 25 Jan 2019 16:25 WIB
bisnis maskapai
Tekan Kerugian, Pengusaha Kirim Produk dengan Penerbangan Asing
Ilustrasi bagasi di maskapai penerbangan, Medcom.id - M Rizal

Medan: Pengusaha di Sumatera Utara menyayangkan sikap pemerintah menyetujui penaikan t?iket dan biaya bagasi beberapa maskapai. Pengusaha pun memutar otak untuk memasarkan produk, salah satunya dengan memanfaatkan penerbangan asing untuk menekan kerugian.

"Strategi ini kami ambil, yaitu pengiriman barang dengan penerbangan asing yang lebih murah. Atau, jalur darat. Disparitas harganya bisa lebih hemat 15 hingga 20 persen," kata Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Utara Khairul Mahalli di Medan, Jumat, 25 Januari 2019.

Semestinya, lanjut Khairul, pemerintah dan maskapai mengajak Kadin serta pelaku usaha sebelum menaikkan tiket serta biaya bagasi. Sebab, penaikan tarif berdampak signifikan pada produk.

Baca: Lion Air dan Wings Air Hapus Bagasi Gratis Mulai 8 Januari

Akibatnya, produk-produk lokal tak memiliki kemampuan yang kuat untuk berdaya saing di pasar dalam maupun luar negeri. Lantaran itu Khairul meminta pemerintah mendiskusikan solusi masalah itu.

"Makanya kami benar-benar kecewa," lanjut Khairul.

Lion Air dan Wings Air menjadi maskapai yang tidak lagi menggratiskan bagasi penumpang sejak 8 Januari 2019. Artinya, penumpang harus membayar barang-barang yang masuk ke bagasi.

Lihat video:

 


(RRN)