Udara di Palembang Tak Sehat

Dwi Apriani    •    Jumat, 05 Oct 2018 17:11 WIB
kebakaran lahan dan hutan
Udara di Palembang Tak Sehat
Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Jumat 5 Oktober 2018, MI - Dwi Apriani

Palembang: Kabut asap menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis pagi, 5 Oktober 2018. Data dari BMKG menyebutkan kondisi udara di Palembang tak sehat.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang Nandang Pangaribowo mengatakan kabut asap terjadi mulai pukul 04.00 hingga 08.00 WIB. Pada pukul 05.00, konsentrat partikel di udara mencapai 250 mikrogram. Konsentrat aman partikel udara hanya 150 mikrogram.

"Kondisi itu mengakibatkan jarak pandang hanya 1 Kilometer. Sementara Palembang belum mendapatkan curah hujan cukup," kata Nandang di Palembang.

Nandang mengatakan kondisi udara tak sehat. Ia pun meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan agar terhindari paparan asap.

"Kondisi udara sedang tidak sehat akibat kabut asap. Dengan meningkatnya kekeringan maka partikel debu juga meningkat akibatnya pada kondisi udara di Palembang," ujar Nandang.

Bila kondisi ini terus terjadi, lanjut Nandang, udara di Palembang makin buruk. Lantaran itu ia mengajak masyarakat dan pemerintah menjaga agar asap tak muncul di Sumsel.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan kebakaran hutan dan lahan terus terjadi di provinsi tersebut. Dalam beberapa terakhir, beberapa lahan terbakar dan belum dapat dipadamkan.

Kondisi itu terjadi di Okan Komering Ilir, Muara Enim, dan Ogan Ilir. Area hutan yang terbakar cukup luas sehingga menyulitkan pemadaman.

"Seluruh tim dan armada telah dikerahkan untuk pemadaman ini," kata Ansori.

Curah hujan yang rendah membuat kondisi udara kian buruk. Padahal bila hujan deras turun, api bisa padam secepatnya. Kondisi udara kembali normal.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan asap itu kiriman. Sementara lahan yang terbakar merupakan area gambut tak produktif.

"Nanti akan kita usahakan memproduktifkan kembali lahan yang sudah tidak produktif dan akan kami usahakan beri bantuan," tandasnya.


(RRN)