Kronologi Tenggelamnya Kapal di Tanjungpinang

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 21 Aug 2016 19:06 WIB
kapal tenggelam
Kronologi Tenggelamnya Kapal di Tanjungpinang
Bangkai Kapal penyeberangan yang disebut pompong yang tenggelam. (ANT/Yuli Seperi)

Metrotvnews.com, Tanjungpinang: Hingga sore ini, proses pencarian terhadap lima korban kapal tenggelam di Tanjungpinang masih berlangsung. Sementara, proses identifikasi terhadap para korban meninggal masih berlangsung di RSAL Dr Midiyato Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Agustiawarman mengatakan, tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polair Polda Kepri, dan Tagana sampai saat ini berusaha mencari lima penumpang kapal yang dinyatakan hilang. 

Tim BPBD Kota Tanjungpinang, kata dia, juga dikerahkan membantu proses evakuasi dan identifikasi para korban, yang selamat dan meninggal dunia. "Informasi yang kami dapatkan dari anggota kami RSAL Dr Midiyato, sudah 8 penumpang korban meninggal berhasil diidentifikasi," kata Agustiawarman.         

Ia menjelaskan, jumlah seluruh penumpang sebanyak 17 orang yakni, 16 penumpang dewasa dan satu penumpang anak-anak. Hingga siang tadi sekira pukul 14.00 WIB, sebanyak 12 penumpang berhasil dievakuasi. "10 orang di antaranya meninggal dan dua orang selamat. Lima lainnya masih dalam pencarian," ujarnya. 

Agustiawarman menjelaskan, kapal penumpang itu tenggelam saat dalam perjalanan dari Kota Tanjungpinang ke Pulau Penyengat. Kapal tenggelam diduga akibat hantaman ombak tinggi disertai angin kencang. "Cuaca pagi tadi kurang bagus. Terjadi hujan deras disertai angin kencang," katanya. 

Dalam peristiwa itu, tekong atau nakhoda kapal Said Ismarullah, 36, dan satu orang penumpang yakni Resty, 26, selamat, sedangkan 10 penumpang lainnya ditemukan meninggal. Lima penumpang lainnya belum ditemukan. 
    
Resty, penumpang yang selamat dalam kejadian itu menuturkan, sesaat sebelum naik ke atas kapal bersama penumpang lainnya, kondisi langit mulai mendung. Saat itu, ia sempat bertanya kepada penjual tiket kapal ke Pulau Penyengat mengenai keamanan pelayaran menuju lokasi tujuan. 

Saat itu, informasi yang ia dapatkan dari penjual tiket tersebut bahwa pihaknya menjamin perjalanan ke Penyengat meskipun cuaca mulai mendung. Ketika kapal mulai berlayar menuju Pulau Penyengat, tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan ombak menghantam kapal. 

"Air laut mulai memasuki kapal dan para penumpang panik karena kapal semakin turun ke dalam dan terbalik. Saat itulah kami melompat dan saya memcoba berenang meraih kapal yang terbalik sebagai tempat tumpuan," ujarnya. 

Sementara itu, tekong kapal yakni Said Ismarullah mengaku ia membawa sebanyak 16 penumpang menuju ke Pulau Penyengat atas persetujuan penanggung jawab pelabuhan. Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba angin dari arah barat bertiup kencang disertai hujan lebat dan ombak tinggi. 

"Saat itu saya masih mengupayakan agar kapal bisa sampai ke Pulau Penyengat, namun air mulai memasuki kapal dan membuat penumpang panik sehingga kapal terbalik," ujarnya.



(LDS)