Bupati Hamid Rizal Geram Listrik di Natuna Kerap Padam

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 04 Dec 2017 17:46 WIB
pemadaman listrik
Bupati Hamid Rizal Geram Listrik di Natuna Kerap Padam
Hamid mengaku, listik tak hanya padam di pemukiman warga atau lokasi usaha, tetapi juga di rumahnya. Foto: Medcom.id / Anwar Sadat Guna

Batam: Bupati Kabupaten Natuna Hamid Rizal mengungkapkan kekesalannya karena listrik masih saja padam di wilayah tersebut. Saat peresmian Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum-Nelayan (SPBU-N) oleh PT Pertamina (Persero), Senin, 4 Desember 2017, listrik sempat padam.

"Saya heran juga, kok listrik masih saja padam. Sebelumnya manajemen PLN pernah bilang kemampuan mesin mereka sudah cukup bagus. Pasokannya juga bagus, tetapi kok kenapa masih sering padam," ungkap Hamid Rizal menyikapi listrik padam saat peresmian SPBU-N yang dihadiri pejabat ESDM, BPH Migas, dan PT Pertamina Region I Sumbagut.

Hamid mengaku, listik tak hanya padam di pemukiman warga atau lokasi usaha, tetapi juga di rumahnya. Tak heran bila ia menyiapkan genset untuk mengantisipasi jika listrik sewaktu-waktu padam.

"Di rumah saya (listrik) juga sering padam. Makanya saya siapkan genset di sana. Tetapi kan listrik ini kebutuhan masyarakat sehingga hal ini perlu dipertanyakan kepada pihak PLN," kata Hamid.

Ia menyatakan akan memanggil pimpinan dan manajemen PLN Natuna untuk menanyakan keseriusan perusahaan tersebut melayani masyarakat Natuna.

"Saya akan panggil pimpinannya. Kita ingin tanya apa kendalanya sehingga listrik masih selalu padam," tegasnya. Pada peresmian SPBU-N di Jalan Raya Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, listrik di wilayah ini padam.

Hal ini membuat kegiatan pengoperasian perdana pengisian BBM satu harga di SPBU-N tersebut terhenti. Beberapa warga yang hendak membeli premium di SPBU-N tersesebut terpaksa memutar arah. Menyikapi hal itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa meminta agar pengelola SPBU-N menyediakan genset.

"Sebagai antisipasi, sebaiknya ke depan pihak pengelola SPBU-N menyediakan genset. Supaya pelayanan tetap dapat berjalan dengan baik," kata Fanshurullah.

Manager PT PLN (Persero) Area Tanjungpinang, Fauzan, mengatakan bahwa ketersediaan energi listrik di Natuna sudah mencukupi. Namun demikian, pihaknya berencana akan menambah daya sebesar 20 Megawatt (MW) lagi pada 2018 mendatang.

"Saat ini kami memiliki dua mesin pembangkit di Natuna untuk melayani seluruh pelanggan. Total daya yang tersedia yakni 20 MW dan akan ditambah lagi 20 MW pada tahun depan," ujarnya.

Adapun masalah listrik kadang byarpet di Natuna, jelas Fauzan, bisa disebabkan beberapa hal. Misalnya, kata dia, ada pohon tumbang sehingga memutus jaringan listrik.


(SUR)