Koarmabar Tangkap Dua Kapal Penyelundup Beras dan Ballpress

Farida Noris    •    Senin, 06 Nov 2017 11:06 WIB
penyelundupan
Koarmabar Tangkap Dua Kapal Penyelundup Beras dan Ballpress
Kapal kargo kayu bermuatan barang ilegal diamankan Tim WFQR I Koarmabar. Foto: MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Tim Respon Cepat I Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menangkap dua unit kapal kargo kayu bermuatan barang selundupan. Kedua kapal yang ditangkap di dua lokasi berbeda ini bermuatan 60 ton beras ketan serta empat karung pupuk dari Thailand dan 50 ballpress pakaian dari Malaysia.

Kedua unit kapal yakni KM Bintang Timur GT 60 nomor 275/QQD bermuatan beras ketan ditangkap di Perairan Muara Sungai Air Masin, Desa Airmasin, Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang. Kemudian KM Usaha Nelayan GT 5 No 2013 Phb S7 bermuatan ballpress yang ditangkap di Perairan Tanjung Balai.

"Untuk penangkapan KM bintang Timur berawal laporan di sekitar perairan Idie Rayeuk dan Peurlak Aceh Timur akan ada kapal yang membawa barang ilegal dari Thailand," jelas Kadispen Lantamal I Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga, Senin 6 November 2017.

Kemudian, dari info tersebut, tim WFQR I Koarmaba berkoordinasi dengan Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Siba II-1-65 melakukan pengejaran terhadap 3 kapal kargo kayu pada Minggu 5 November 2017. Pada saat pengejaran, salah satu kapal kargo kayu melakukan manuver membahayakan.

"Sehingga diberikan tembakan peringatan, dan akhirnya kapal yang diketahui bernama KM Bintang Timur ini mematikan mesin kapalnya. Tim WFQR I Koarmabar berhasil onboard dan melaksanakan pemeriksaan terhadap KM Bintang Timur," terangnya.

Menurut Sahala, dari hasil pemeriksaan, KM Bintang Timur sudah berada di Pelabuhan Satun Thailand kurang lebih 26 hari dan berangkat dari Pelabuhan Satun Thailand menuju Kuala Air Masin pada Jumat 3 November 2017 dengan muatan barang ilegal kurang lebih 60 ton beras ketan dan empat karung pupuk.

"Petugas juga mengamankan 7 ABK. Sedangkan untuk nahkoda kapal berinisial N melarikan diri dengan cara melompat ke laut saat dilaksanakan penangkapan," katanya.

KM Bintang Timur digiring KAL Pulau Siba II-1-65 menuju ke Dermaga Mako Lantamal I untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu di tempat berbeda, Tim WFQR I Koarmabar juga menangkap Kapal Usaha Nelayan di perairan Tanjung Balai Asahan. Kapal ini masuk dari Port Klang Malaysia bermuatan barang ilegal berupa 50 ballpress.

Penangkapan bermula saat petugas mencurigai sebuah kapal yang melintas di Sungai Bagan Asahan dan dilakukan pengejaran. Tim WFQR I Koarmabar dan Patkamla II-1-161 menghentikan kapal tersebut.

"Ternyata kapal tersebut bermuatan barang ilegal. Lalu kapal diserahkan ke KRI Lepu- 861 dibawa ke Mako Lantamal I untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.
 


(SUR)