Kapal JBB DE Rong 19 Dievakuasi ke Singapura

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 13 Sep 2017 17:40 WIB
tabrakan kapal
Kapal JBB DE Rong 19 Dievakuasi ke Singapura
Kepala Basarnas TanjungPinang Djunaidi bersama Angkatan Laut Singapura membahas lokasi pencarian korban kapal tenggelam, di sekitar perairan Pulau Senang, Provinsi Kepri, Rabu, 13 September 2017

Metrotvnews.com, Batam: Tim SAR Singapura menarik kapal JBB DE Rong 19 usai tabrakan dengan kapal tanker MV Kartika Segara, di perairan perbatasan Indonesia-Singapura, sekitar perairan Pulau Senang, Provinsi Kepri, Rabu, 13 September 2017.

Kapal keruk berbendera Dominican Republic tersebut ditarik menggunakan empat tugboat yang dikerahkan otoritas Singapura. Kapal itu selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke wilayah terdekat di Singapura. 

"Tabrakan tersebut mengakibatkan kapal JBB DE Rong 19 nyaris tenggelam. Hanya bagian lunas kapal saja yang terlihat, sebagian sudah tenggelam. Kapal tersebut langsung ditarik otoritas Singapura ke wilayah mereka," kata Kepala Kantor Basarnas Kepri, Djunaidi, kepada Metrotvnews.com, Rabu, 13 September 2017. 

Adapun kapal tanker MV Kartika Segara, menurut Djunaidi, saat ini sedang lego jangkar di perairan sekitar lokasi terjadinya tabrakan. Kapal berbendera Indonesia tersebut dalam pengawasan otoritas Singapura. 

"Kami masih fokus mencari lima ABK kapal JBB DE Rong 19 yang hilang saat tabrakan terjadi. Terkait penyelidikan yang dilakukan otoritas Singapura atas insiden tabrakan tersebut, kami belum tahu. Tugas kami mencari para korban," ujarnya.

Sejauh ini, kata Djunaidi, belum diketahui keberadaan kelima ABK kapal JBB DE Rong 19. Operasi pencarian masih terus berlangsung meski kelimanya diperkirakan hanyut terbawa arus laut ke perairan Indonesia. 

"Operasi pencarian oleh Tim SAR Kepri dan Singapura masih berlangsung," jelasnya. Operasi pencarian juga diperluas hingga ke perairan sekitar Pulau Senang, Provinsi Kepri. Jumlah personel yang dikerahkan untuk mencari para korban juga bertambah menjadi 20 orang. 

"Armada KN Purworejo dan sebanyak 20 personel kami siagakah,  termasuk enam penyelam. Selain itu, kekuatan juga ditambah dari KRI Surik, KRI Parang, dan KRI Paranganggur," tutur Djunaini. 

Sedangkan Basarnas Singapura, masing-masing mengerahkan; satu helikopter Rescue 10 Singapore, tiga kapal patroli laut, kapal cepat dari Republik Singapore Air Force (RSAF),  4 tugboat, dan satu tugboat diving. 

Perairan Singapura, termasuk perairan Selat Malaka dikenal sebagai perairan terpadat karena lalu lintas kapal dari berbagai negara. Beberapa tabrakan kapal sempat terjadi. 

Sebelumnya, tabrakan terjadi antara kapal perang Amerika Serikat (AS) dengan kapal tanker Alnic MC di timur Singapura atau sekitar perairan Selat Malaka, 21 Agustus 2017.

Kapal perang AS John S. McCain bertabrakan dengan kapal tanker Alnic MC saat perjalanan menuju salah satu pelabuhan di Singapura. Belum diketahui pasti penyebab tabrakan.

Tabrakan menyebabkan kapal perang AS mengalami kerusakan. Selain itu, 10 personel di kapal perang AS dinyatakan hilang dan lima orang lainnnya luka-luka. Upaya pencarian dan penyelamatan sudah berlangsung menggunakan helikopter dan pesawat Marinir Osprey dari kapal serbu amfibi USS Amerika.

Diberitakan sebelumnya, kapal Tanker MV Kartika Segara berbendera Indonesia bertabrakan dengan Kapal Keruk JBB DE Rong 19 berbendera Dominican Republic di Selat Singapura pada Rabu dini hari, 13 September 2017. Tujuh orang dikabarkan selamat, sementara lima ABK Kapal JBB DE Rong 19 masih dalam pencarian.


(ALB)