Tanpa BPJS, Pengobatan Haji di RS Tak Ditanggung Pemerintah

Farida Noris    •    Sabtu, 09 Sep 2017 12:37 WIB
haji 2017
Tanpa BPJS, Pengobatan Haji di RS Tak Ditanggung Pemerintah
Jemaah haji mulai berdatangan dari Tanah Suci. Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi

Metrotvnews.com, Medan: Keikutsertaan jemaah haji dalam jaminan kesehatan nasional (JKN) sangat penting. Sebab, sebagian besar biaya pengobatan jemaah tidak bisa ditanggung Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai negara.

Biaya pengobatan haji yang tidak terdaftar di BPJS, terancam tidak dapat ditanggung pemerintah.

"Jadi kepada keluarga jemaah haji yang dirawat di rumah sakit, agar mendampingi jemaah dan membawa kartu BPJS yang asli ke rumah sakit," ungkap Koordinator Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan Aulianto, Sabtu 9 September 2017.

Beberapa haji Debarkasi Medan dirujuk ke rumah sakit saat tiba di Tanah Air. Mereka adalah Mariam Hamid Saragih asal Serdang dan Roslina Abu Rung Lubis asal Madina.

Mariam yang tiba berama Kloter 02 dirujuk ke RS karena terkena dehidrasi. Sementara Roslina dirawat karena gangguan pernafasan dan batuk.

Aulianto meminta keluarga menemani jemaah haji yang dirujuk ke RS karena sakit. Para keluarga pun diminta menyiapkan kartu BPJS dan dokumen agar nanti tidak terbentuk masalah administrasi.

Jemaah haji Kloter 03 telah tiba di Asrama Haji Medan pukul 02.50 WIB, Sabtu 9 September 2017. Jemaah haji ini berjumlah 391 orang berasal dari Madina 382 orang, Labuhanbatu 1 orang, Serdang Bedagai 1 orang, TPHD Mandailing Natal 2 orang, TPHI 1 orang, TPIHI 1 orang dan TKHI 3 orang.

Jemaah haji tidak langsung diberangkatkan ke Madina karena akan diistirahatkan sebentar di Asrama Haji Medan. "Kemudian setelah Salat Zuhur berjamaah maka akan langsung bergerak menuju Madina," pungkas Sekretaris PPIH Debarkasi Medan, Muslim.


(SUR)