Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kapal Tenggelam di Batam

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 07 Nov 2016 16:53 WIB
kapal tenggelam
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kapal Tenggelam di Batam
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian memaparkan peran tiga tersangka kapal tenggelam,di Markas Polda Kepri, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Batam: Tiga orang menjadi tersangka kapal tenggelam di perairan Tanjungbemban, Batam, Kepulauan Riau. Kecelakaan kapal pada 2 November itu menewaskan 54 penumpang.

Kapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan tersangka bernama Dodi Faizal, 24; Ratih Sulasmi alias Ratih, 38; dan Patriyus Payong, 40. Polisi menangkap ketiganya di lokasi yang berbeda-beda di Batam.

Sam mengatakan para tersangka berperan memulangkan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia. Para TKI itu bekerja di Malaysia tanpa dokumen resmi alias ilegal.


(Petugas mengevakuasi korban kapal tenggelam di perairan Batam, MI - Hendri Kremer)

"Dodi berperan menjemput para penumpang TKI ilegal di Malaysia menuju Batam. Sedangkan Ratih dan Patriyus berperan memulangkan TKI ilegal dari Malaysia ke Batam," ungkap Sam di Mapolda Kepri, Kota Batam, Senin (7/11/2016).

Baca: Kapal Tenggelam di Batam Angkut TKI Ilegal dari Malaysia

Ratih dan Patriyus juga berperan merekrut TKI untuk bekerja di Malaysia. Pintu keberangkatan mereka yaitu Pelabuhan Feri Batam Centre. 

Saat kapal tenggelam, Dodi dan satu tersangka lain, Herman, selamat. Setibanya di daratan, keduanya kabur dengan mobil.

"Tersangka Herman adalah juru mudi. Dia masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata Sam.

Sedangkan Dodi tak sempat menghilang dari buruan polisi. Ratih dan Patriyus berusaha kabur. Namun polisi menangkap mereka.

Selain Herman, polisi juga memburu dua tersangka lain yaitu Syukriadi alias Syukri dan Yanti. Syukriadi berperan mengorganisasi pemulangan TKI. Syukriadi yang memerintahkan Dodi menjemput TKI di Johor, Malaysia.

Syukriadi, lanjut Sam, warga Indonesia yang sudah lama menetap di Malaysia. Sedangkan Yanti adalah pemilik kapal yang mengangkut TKI ilegal tersebut.

"Hasil pengembangan, suami Yanti ini juga berkasus. Saat ini dia mendekam di Lapas Barelang Batam dengan kasus sama, yakni pengiriman dan pemulangan TKI ilegal," ungkap Kapolda. 

Pihaknya masih memeriksa intensif tiga tersangka untuk mendalami sudah berapa kali mereka terlibat mengirim dan memulangkan TKI ilegal ke Batam. 

"Terhadap tersangka yang sudah ditangkap dikenakan Pasal 102 ayat 1 hurup a dan b dan pasal 103 ayat 1 huruf f UU nomor 39/2004 tentang Penempatan dan perlindungan TKI di Luar Negeri dengan ancaman hukuman 2 tahun-10 tahun penjara," ujarnya. 


(Polisi mengevakuasi penumpang kapal yang tewas tenggelam di perairan Batam, AFP)

Kapal tenggelam dalam perjalanan dari Malaysia menuju Batam pada Rabu 2 November. Kapal mengangkut 101 penumpang beserta nahkoda dan awak.

Sebanyak 54 penumpang tewas dalam kejadian tersebut. Satu di antaranya bayi berusia tujuh bulan. 

Baca: Tujuh Jenazah Korban Kapal Tenggelam di Batam Teridentifikasi

Sementara penumpang yang selamat sebanyak 41 orang. Enam lainnya masih belum ditemukan.

Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Kepulauan Riau telah mengidentifikasi 21 jenazah korban kapal tenggelam di Batam. Sementara 33 jenazah lain masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Video soal identifikasi jenazah korban kapal tenggelam di Batam:




(RRN)