Berkas Perkara Ramadhan Pohan Dinyatakan Lengkap

Farida Noris    •    Rabu, 23 Nov 2016 19:20 WIB
ramadhan pohan
Berkas Perkara Ramadhan Pohan Dinyatakan Lengkap
Ramadhan Pohan saat berada di Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan beberapa waktu lalu. (Metrotvnews.com/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Medan: Polda Sumut melimpahkan berkas tersangka Ramadhan Pohan ke Kejaksaan Tinggi setempat. Kejati Sumut menyatakan berkas perkara Ramadhan Pohan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp15,3 miliar sudah lengkap.

"Tim jaksa telah meneliti berkas tersangka Ramadhan Pohan. Jaksa sudah nyatakan lengkap (P21) pada hari ini," ucap Kasi Penkum Kejati Sumut, Bobbi Sandri, Rabu (23/11/2016).

Dengan begitu, Bobbi mengatakan, penyidik tinggal menunggu penyerahan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti ke Kejati Sumut. Mengenai status Ramadhan Pohan yang saat ini masih menjadi tahanan kota, Bobbi enggan banyak komentar.

"Kita tinggal menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dalam waktu dekat ini. Mengenai penahanan kita lihat saja nanti. Apakah dia ditahan atau tidak, kita akan lakukan evaluasi dulu," jelas Bobbi.

Baca: Korban Kecewa Polda tak Tahan Ramadhan Pohan

Politisi Partai Demokrat itu menjadi tersangka dua kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Kasus yang menjerat Ramadhan bermula dari laporan Laurenz Henry Hamonangan (LHH) Sianipar ke Polda Sumut yang mengaku ditipu sebesar Rp4,5 miliar. 

Awalnya, Laurenz tidak mengenal Ramadhan. Dia mengenal Ramadhan dari seseorang bernama Savita Linda Hora Panjaitan. Dari sejumlah pertemuan, LHH mengaku terbujuk rayu dan janji hingga mau memberikan uang sebesar Rp4,5 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan yang maju dalam Pilkada sebagai calon Wali Kota Medan 2016-2021. 



Lalu, uang diserahkan di posko pemenangan pasangan Ramadhan yang berpasangan dengan Eddy Kusuma. LHH percaya karena Ramadhan menyerahkan kepadanya selembar cek bernilai Rp4,5 miliar dan berjanji akan memberi uang imbalan saat mengembalikan pinjaman sebesar Rp600 juta. 

Namun, janji tinggal janji. Bahkan cek yang diberikan tersebut tidak dapat dicairkan karena dananya tidak mencukupi. Apalagi Ramadhan selalu mengelak saat ditagih pembayaran.

LHH pun mengadu ke polisi. Berdasarkan pengaduannya, Polda Sumut mengeluarkan surat perintah penyidikan tertanggal 23 Maret 2016 dan menjadikan Ramadhan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan.

Baca: Ramadhan Pohan Sebut Nama Jenderal saat Kumpulkan Dana Pilwako Medan

Selain kasus penipuan dan penggelapan dengan korban LHH, ternyata RH br Simanjuntak pada 18 Maret 2016 juga melaporkan Ramadhan ke Polda Sumut. Dia melapor karena juga merasa ditipu oleh Ramadhan sebesar Rp10,8 miliar.

Ramadhan dijemput paksa penyidik dari rumahnya di Jakarta. Dia dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Ramadhan dibawa ke markas Polda Sumut di Medan, Senin (19/7/2016) sekitar pukul 00.00 WIB.

Tak hanya Ramadhan, Bendahara Tim Pemenangan, Savita Linda Hora juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.


(SAN)