Puluhan Pelabuhan di Batam akan Ditutup

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 16 Mar 2018 19:18 WIB
pelabuhan
Puluhan Pelabuhan di Batam akan Ditutup
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat berada di atas kapal BC 60001 untuk meninjau aktivitas labuh jangkar di Batam, Kamis, 15 Maret 2018, Medcom.id - Anwar

Batam: Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan menutup 70 pelabuhan ilegal di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Selain rawan penyelundupan, kehadiran pelabuhan ilegal juga merugikan karena tidak memberikan kontribusi bagi daerah. 

"Semua pelabuhan ilegal (pelabuhan tikus) di Pulau Batam akan ditutup. Akan ditindak tegas jika masih berani beraktivitas di pelabuhan tersebut. Kami ingin tertib," tegas Luhut usai meninjau sejumlah lokasi labuh jangkar di Pulau Batam, Kamis, 15 Maret 2018. 

Dia menegaskan, keberadaan pelabuhan ilegal rawan dijadikan lokasi tindak kejahatan. Tidak hanya penyelundupan, tetapi juga perdagangan manusia atau trafficking. Juga menjadi jalur pengiriman TKI ilegal. 

"Selain itu, merugikan negara dan daerah karena tidak ada pendapatan atau kontribusi bagi daerah," tegasnya. Beberapa pelabuhan ilegal tersebut tersebar di puluhan titik di Pulau Batam. Di antaranya, Tanjungsengkuang, Galang, Batuaji, Sagulung, dan beberapa titik lainnya. 

Luhut menambahkan bahwa pemerintah ingin ada pelabuhan di Pulau Batam yang benar-benar mumpuni guna menunjang perekonomian. Ada dua pekabuhan yang fokus akan dikembangkan pemerintah di Batam. 

"Pelabuhan yang akan dikembangkan tersebut, satu pelabuhan untuk kapal dalam negeri san satu pelabuhan lagi untuk pelayaran dan aktivitas kapal-kapal luar negeri," kata Luhut. 

Salah satu pelabuhan yang akan dibangun dan dikembangkan menjadi pelabuhan internasional adalah Pelabuhan Tanjungsauh. Luhut telah meminta Gubernur Kepri untuk melakukan kajian pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, kehadiran pelabuhan berkapasitas besar, seperti Tanjungsauh sangat dibutuhkan Kepri. Pelabuhan Batuampar yang ada saat ini hanya berkapasitas antara 300-600 TEUs. Tanjungsauh diharapkan lebih besar dari itu. 

"Kami sudah mempersiapkan melakukan kajian pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. Kami akan mendatangkan ahli kepelabuhanan dari Shanghai, China untuk membantu membuat kajiannya," pungkas Nurdin. 



(RRN)