Pasutri Petani Karet di Pekanbaru Diserang Beruang

Rudi Kurniawansyah    •    Selasa, 03 Oct 2017 19:15 WIB
hewan buas
Pasutri Petani Karet di Pekanbaru Diserang Beruang
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sepasang suami istri petani karet di Riau, Saruli, 60 dan Bunui, 40, diserang beruang liar saat tengah bekerja di ladangnya Selasa 3 Oktober. Akibatnya sang istri, Bunui, tewas dengan kondisi sangat mengenaskan.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriarti mengatakan, kedua korban mengalami luka parah terutama pada bagian wajah dan badan korban. 

"Telah terjadi gangguan serangan beruang terhadap suami istri yang menyadap karet di Desa Teluk Paman dimana istrinya meninggal dunia dan suaminya dilarikan ke Rumah sakit Pekanbaru. Anggota Balai Besar KSDA Riau telah melakukan pendampingan korban di rumah sakit," kata Dian.

Informasi yang dihimpun, Saruli dan Bunui, Selasa 3 Oktober sekira pukul 10.30 WIB, sedang bekerja menyadap getah karet di ladangnya. Tapi, tiba-tiba seekor beruang liar datang menyerang. Beruang itu dengan cepat mencakar Bunui hingga tersungkur ke tanah. 

Melihat istrinya diserang beruang, Saruli mencoba menolong. Tetapi nahas, Saruli juga turut menjadi korban serangan beruang ganas tersebut. Sejumlah warga sekitar yang mendengar teriakan korban lalu datang dan berupaya menolong.

"Kami atas nama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengucapkan turut berduka atas musibah ini," ujar Dian. 

Dian menambahkan, Tim Balai Besar KSDA Riau telah diturunkan ke lokasi dengan menyiapkan kerangkeng untuk penanganan konflik beruang tersebut. "Penanganan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau, Polsek setempat, WWF, aparat desa dan pihak-pihak terkait lainnya," ujarnya.

Adapun warga dengan jumlah sekitar 70 orang masih terus mencari beruang yang sedang mengganas tersebut. Hal itu guna mengantisipasi timbulnya korban dari warga para petani karet dan sawit yang bisa saja kembali diserang beruang liar tersebut. 

Hingga kini belum diketahui berapa jumlah beruang ataupun jenis dari beruang yang mengamuk tersebut. Kemungkinan beruang itu berjumlah satu keluarga ibu dan anak yang merasa kian tersudut dengan kehadiran manusia di kawasan hutannya.


(ALB)