Ojek Online dan Pangkalan di Pekanbaru Mulai Harmonis

Anwar Sadat Guna    •    Sabtu, 21 Oct 2017 20:26 WIB
taksi online
Ojek Online dan Pangkalan di Pekanbaru Mulai Harmonis
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Hubungan driver transportasi online, Gojek, Grab, dengan ojek pangkalan di Kota Pekanbaru mulai harmonis. Para driver tak lagi terlibat keributan. Ojek pangkalan juga mulai menerima kehadiran Gojek dan Grab.

"Hubungan kami terus mengalami perkembangan. Enggak ada ribut atau cekcok lagi di lapangan. Sekarang kami bisa sama-sama menahan diri," kata Siswanto, 49, driver Gojek saat ditemui Metrotvnews. com, saat tengah istirahat di kawasan Masjid Agung, Pekanbaru, Sabtu 21 Oktober 2017.

Ia mengatakan, ojek pangkalan sudah mulai bisa menerima kehadiran Gojek di lapangan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Siswanto bertemu dengan ojek pangkalan dan saling tegur sapa.

"Intinya kita sama-sama berusaha dan menjaga etika di lapangan," ujarnya.

Siswanto mengaku menjadi driver Gojek memberinya pengalaman tersendiri, baik dari segi kenyamanan dan pelayanan. Banyak warga mulai menggunakan jasa Gojek karena tarifnya murah, nyaman dan pelayanan bagus.

(Baca juga: Driver Ojek Online Tetap Bertahan Meski Banyak Penolakan)

"Karena Gojek memiliki beberapa layanan dan produk berbasis aplikasi, mau nggak mau pelayanan dan kenyamanan harus nomor satu," ujarnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, Siswanto sudah melayani enam konsumen. Umumnya menggunakan layanan Go-ride.

"Kalau soal penghasilan, Alhamdulillah. Yang namanya rezeki pasti ada kalau kita berusaha," katanya. Driver lainnya, Tengku Said Arif Pratama Ahmad, 21, mengaku sejak bergabung dengan Grab, aktivitasnya di jalan raya berjalan lancar.

Ia mengaku baru tiga hari bergabung dengan Grab. Nyaris tak ada kendala dan masalah dengan ojek pangkalan. "Alhamdulillah, lancar, bang," ujarnya. Ia bahkan mengaku sempat diikuti oleh seorang pengojek lalu mendekati sepeda motornya.

"Saya agak kaget ketika ia mendekat. Ternyata ia berminat mau gabung dengan Grab dan menanyakan bagaimana syaratnya jika ingin gabung," aku Arif sembari tersenyum. Ia saat ini Aruf kuliah di Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru. Iaku memilih jadi driver Grab untuk mengisi waktu luang sekaligus cari uang tambahan untuk kuliah.

(Klik: Grab Nilai Tarif Bawah Hambat Persaingan Usaha)

Hubungan yang mulai membaik di lapangan juga diakui ojek pangkalan. Di temui di pangkalan ojek Simpang Taskurun, Pekanbaru, Sabri, 43, mengaku hubungan dengan driver Gojek mulai membaik.

"Sudah nggak ada gesekan lagi di lapangan. Masing-masing pihak sudah saling menerima. Yang penting sama-sama menjaga etika," ujarnya kepada Metrotvnews. com.

Maksud menjaga etika tersebut, ungkap Sabri, Gojek tidak diperbolehkan mengambil penumpang di sekitar pangkalan ojek.

"Kalau semuanya disikat juga, lalu kami dapat apa?" kata Sabri. Ia mengakui, kehadiran Gojek sangat berdampak pada penghasilan ojek pangkalan. Di pangkalan ojek tersebut, ada 60 anggota yang terdaftar. Tetapi hanya 15 anggota yang aktif.

"Pendapatan kami jauh berkurang. Sebelum ada Gojek, kami bisa dapat Rp100 ribu per hari. Sekarang, dapat Rp50 ribu pun susah," ujarnya.

"Banyak pengguna jasa ojek pangkalan beralih ke Gojek karena tarifnya murah," tambah Poniyadi, 56.

Sebelumnya, sekira Juni 2017 lalu driver Gojek dan ojek pangkalan terlibat keributan di Jl Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru. Pemicunya soal kehadiran Gojek yang dinilai memgambil penumpang di wilayah operasi ojek pangkalan. Keributan yang sama juga sempat terjadi di sekitar Mall SKA Pekanbaru.

(Baca: Revisi Aturan Transportasi Daring Jaga Kesetaraan Antarmoda)


(SUR)