Kepala BPBD Bantah Ribuan Lahan di Kabupaten Samosir Terbakar

Budi Warsito    •    Senin, 29 Aug 2016 19:17 WIB
kabut asap
Kepala BPBD Bantah Ribuan Lahan di Kabupaten Samosir Terbakar
Ilustrasi--Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau (Foto: Ant/FB Anggoro)

Metrotvnews.com, Medan: Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir Jaingot Banjarnahor membantah pernyataan ‎Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho terkait 2.400 hektare di hutan Pusuk buhit di Kabupaten Samosir yang terbakar.
 
Jaingot mengatakan, sejak terjadi kebakaran besar pada akhir Juni 2016 lalu, luas lahan yang terbakar sekitar 300 hektare. Lahan tersebut merupakan lahan kritis di lereng gunung milik masyarakat dan bukan kawasan hutan. 
 
"Daerah yang terbakar di luar Pulau Samosir, Sumatera. Yakni di sekitar Pusuk Buhit, di Kecamatan Sianjurmula-mula, ‎Kecamatan Harian Boho dan Kecamatan Sitio-tio," kata Jaingot Banjarnahor saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (29/8/2016).
Jaingot menerangkan, kebanyakan lahan yang terbakar disebabkan pembakaran oleh masyarakat untuk kepentingan pertanian dan peternakan mereka.
 
"Itulah dilema kami, kebanyakan lahan itu dibakar masyarakat untuk lahan kebun dan sebagian lagi untuk pengembalaan ternak. Jadi setelah dibakar akan tumbuh rumput," ujar dia.
 
Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi diilereng gunung bukan terbakar secara alamiah. ‎Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, pihaknya sudah melakukan antisipasi berupa sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan. 
 
Sosialisasi dilakukan dengan langsung mendatangi masyarakat pemilik lahan yang terbakar. "Tapi jujur, masyarakat sampai saat ini kurang kooperatif karena menurut mereka yang terbakar itu lahan mereka sendiri. Begitupun kita terus mensosialisasikan kepada masyarakat," pungkas dia.
 



(TTD)