Pengurus Rumah Ibadah Berupaya Hilangkan Trauma Jemaat

Budi Warsito    •    Senin, 29 Aug 2016 17:44 WIB
bom bunuh diri
Pengurus Rumah Ibadah Berupaya Hilangkan Trauma Jemaat
?Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto saat berbincang dengan Pengurus Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Senin (29/8/2016). Foto: Metrotvnews.com/Budi Warsito

Metrotvnews.com, Medan: Upaya bom bunuh diri yang dilakukan IAH di rumah ibadah Santo Yosep menyisakan trauma jemaat. Apalagi, seharian kemarin rumah ibadah yang berada di Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, itu dilarang dimasuki dan dijaga ketat polisi.

Senin 29 Agustus 2016 ini garis polisi telah dibuka. Polresta Medan juga telah menyerahkan kembali pengelolaan rumah ibadah itu ke pengurus untuk melanjutkan aktivitas. 

Ketua Dewan ‎Pastoral Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Benar Ginting, ‎mengatakan akan menggencarkan sosialisasi ke jemaat agar tidak trauma untuk k‎embali beribadah di sana.

"Kita akan mengimbau agar jemaat tidak takut," katanya, Senin ‎(29/8/2016).

Benar juga meminta polisi menempatkan personelnya untuk membantu pengamanan. "Tadi sudah kita usulkan agar ditempatkan personel untuk membantu satgas internal kami ‎menjaga keamanan," ujarnya.

Mulai hari ini, kata Benar, rumah ibadah Santo Yosep juga sudah beraktivitas seperti biasa. "Ada kebaktian mahasiswa, ada karismatik dan kegiatan lainnya. Mulai hari ini langsung dibuka kembali," ujarnya.

Upaya bom bunuh diri dilakukan IAH, 18, pada Minggu pagi 28 Agustus, di rumah ibadah Santo Yosep. Ia juga berusaha menyerang pemuka agama Albert S. Pandingan dengan pisau setelah salah satu bom yang hendak dia ledakkan hanya meletup. IAH langsung diringkus jemaat setelah melukai lengan kiri Albert.


(UWA)