Kerap Ditunda, Sidang Perdana Suap AKP Ichwan 27 September

Farida Noris    •    Jumat, 16 Sep 2016 13:20 WIB
narkoba
Kerap Ditunda, Sidang Perdana Suap AKP Ichwan 27 September
Rumah Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis, di Jalan Tuasan Medan, Sumatera Utara--Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Medan: Sidang perdana Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis, tersangka kasus suap Rp2,3 miliar dari bandar narkoba, Togiman Alias Togi, digelar Selasa 27 September 2016.

"Kebetulan saya sendiri yang akan jadi majelis hakim ketua persidangan itu," kata Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik, Kamis (15/9/2016). 

Dia mengatakan Ketua Pengadilan Negeri juga menunjuk majelis hakim anggota Jhonny Simanjuntak dan Tumpanuli Marbun untuk mendampinginya dalam persidangan itu. Sementara panitera yang bertugas yakni Wahyu dan Nixon. 

"Saya sudah sampaikan hal ini ke JPU (jaksa penuntut umum) yang menangani perkara ini, Yunitri Sagala, secara lisan. Pemberitahuan ke Kejari (Kejaksaan Negeri) Medan juga akan disampaikan," ujarnya.

Penetapan jadwal tersebut dilakukan setelah Selasa 13 September lalu ia menerima surat pemberitahuan penunjukan sebagai majelis hakim ketua. 

"Saya terapkan sidangnya dua minggu setelah saya terima pemberitahuannya. Biar tidak ada alasan sidang itu tidak jadi digelar," kata dia.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) melimpahkan berkas perkara tersangka Ichwan Lubis, bandar narkoba Togiman alias JT Toni, Tjun Hin alias Achin, serta Janti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Rabu 3 Agustus.

Mereka menempati sel H6 di Rutan Tanjung Gusta Medan. Sedangkan, Janti menempati sel di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IA Tanjung Gusta, Medan.

Dalam kasus ini, Ichwan Lubis ditangkap BNN pada 21 April malam dari kediamannya. Dia telah menyalahgunakan kewenangan sebagai aparat penegak hukum karena terlibat dalam jaringan narkoba Togiman. Ichwan Lubis menerima Rp2,3 miliar. 

Adapun Togiman merupakan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. Pemberian uang dari hasil bisnis narkoba Togiman itu diduga untuk menutup kasus rekan Togiman yang juga bandar narkoba, Tjun Hin alias Achin alias MR yang ditangkap BNN.

Pengungkapan kasus berawal dari penangkapan Achin karena terbukti membawa 46 ribu ekstasi, 20 kilogram sabu, dan 600 ribu butir happy five pada April 2016. Narkoba itu berasal dari Togiman. Penyidik BNN juga menangkap Janti (kakak Togiman) pada Kamis 7 April di Medan karena rekeningnya digunakan oleh Togiman.

 


(UWA)