Kapal Tenggelam di Tanjungpinang, 10 Orang Tewas dan 5 Hilang

Anwar Sadat Guna    •    Minggu, 21 Aug 2016 15:59 WIB
kapal tenggelam
Kapal Tenggelam di Tanjungpinang, 10 Orang Tewas dan 5 Hilang
Upaya pencarian korban kapan tenggelam di Perairan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Minggu 21 Agustus 2016 (Foto: dok/Basarnas)

Metrotvnews.com, Tanjungpinang: Kapal kayu membawa 17 penumpang tujuan Tanjung Pinang-Pulau Penyengat, tenggelam di perairan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu 21 Agustus. Sebanyak 10 penumpang tewas dan lima orang lainnya hilang.

Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Kodim, Kepolisian, dan Tagana masih mencari lima korban kapal pompong yang tenggelam. Kapal tenggelam pada pukul 10.30 WIB.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Tanjungpinang Mayor Josdy mengatakan, tim gabungan menambah armada untuk mencari lima korban yang dinyatakan hilang. Sementara dua penumpang lainnya selamat.

"Kami tambah 3 perahu karet, 3 kapal patroli, dan 2 buah speed boat," kata Mayor Josdy kepada Metrotvnews.com, Minggu (21/8/2016).

Ia mengatakan, dua speed boat disiagakan di bagian luar perairan untuk mengawasi posisi pergerakan arus jika sewaktu-waktu lima korban terbawa arus. Sedangkan sejumlah kapal dan perahu karet lainnya digunakan untuk menyisir sekitar koordinat lokasi tenggelamnya kapal.

"Kapal pompong berpenumpang 17 orang, pukul 10.30 tadi tenggelam. Dugaan kami kapal itu dihantam ombak karena cuaca memang kurang bagus. Saat itu, kondisi sedang hujan deras dan angin kencang," ujar dia.

Ke 10 penumpang yang tewas ditemukan terapung terbawa oleh ombak tak jauh dari lokasi kapal karam. Umumnya korban yang ditemukan adalah ibu-ibu yang mengenakan baju muslim panjang. Dua korban lainnya selamat langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Pelantar, Tanjungpinang ke Pulau Penyengat, pukul 10.30 WIB. Jarak antara keduanya hanya 2-3 mil. Namun ketika baru sampai di tengah perjalanan, kapal dihantam ombak sehingga air masuk ke lambung kapal dan membuatnya tenggelam.

"Kami mengerahkan kekuatan sore ini untuk mencari sisa korban yang hilang. Semua kapal dikerahkan menyisir perairan antara Tanjungpinang dan Pulau Penyengat," imbuh dia.


(TTD)