Percobaan Bom Bunuh Diri, Orang Tua IAH Memohon Maaf

Farida Noris    •    Kamis, 01 Sep 2016 15:42 WIB
bom bunuh diri
Percobaan Bom Bunuh Diri, Orang Tua IAH Memohon Maaf
Orang tua IAH saat meminta maaf di DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan, Kamis (1/9/2016). Foto: Metrotvnews.com/Farida

Metrotvnews.com, Medan: Makmur Hasugian, 65, tak mampu menahan air matanya saat menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa percobaan bom bunuh diri yang dilakukan anaknya, IAH, 17, di Gereja Santo Yosep Medan. Keluarga sangat menyesalkan kejadian itu karena merasa kurang mengawasi putra mereka.

"Kami sebagai orang tua kurang mampu mengawasi anak-anak. Karena dia masih 17 tahun dan masih berkembang. Kami meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini," kata Makmur, sambil berlinang air mata saat konferensi pers yang diadakan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan, Kamis (1/9/2016). 

Keluarga, kata Makmur, sama sekali tidak tahu kenapa insiden itu terjadi. Tidak ada keinginan keluarga untuk memecah belah umat beragama. 

"Karena saya bersaudara ada empat orang, dua kristen dan dua muslim. Sedangkan ibu IAH ada sembilan bersaudara, dan hanya dia saja yang muslim. Sedangkan yang lain bergama kristen," jelasnya.


Pastor Albert Pandiangan mengalami luka di lengan kirinya akibat diserang IAH. Foto: Polresta Medan

Hasugian meminta maaf kepada seluruh umat kristiani khususnya umat Katolik yang berada di Gereja Santo Yosep. Dia juga berharap agar pihak Kepastoran Uskup Agung bisa memaafkan peristiwa yang melibatkan anaknya.

"Permohonan maaf secara khusus ke pihak kepastoran sudah disampaikan keluarga. Pihak pastor menyerahkan ke pihak keuskupan. Tetapi, oleh karena pihak uskup sedang berada di luar kota, maka kami akan datang ke keuskupan pada 5 September," jelasnya.    

Makmur berpesan agar kejadian ini tidak terjadi pada keluarga lain. "Dan semoga tidak terjadi lagi peristiwa serupa di negara kita ini," katanya.

Arista br Purba, 54, ibu kandung IAH, juga tak bisa menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf. Dengan suara bergetar sedikit parau, Arista memohon maaf ke seluruh umat beragama atas perbuatan anaknya. 

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya, terutama kepada Pastor Albert Pandiangan. Sebagai mamanya, sayalah yang salah, mungkin saya kurang dalam mengawasi anak," bebernya. 

Sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Medan, Minggu 28 Agustus pagi. Ledakan yang diduga bom berkekuatan rendah itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB saat Pastor Albert Pandiangan selesai membaca kitab suci. Saat itu tas ransel yang dibawa IAH meledak. Dia lantas berupaya melukai Pastor Albert.
 


(UWA)