Pertokoan di Batam Tutup Antisipasi Demo

Anwar Sadat Guna    •    Senin, 14 Nov 2016 15:28 WIB
unjuk rasa
Pertokoan di Batam Tutup Antisipasi Demo
Toko-toko di kawasan Nagoya dan Jodoh, Batam, Kepri, tidak beraktivitas pada Senin (14/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Anwar Sadat Guna)

Metrotvnews.com, Batam: Suasana di pusat pertokoan kawasan Jodoh dan Nagoya, Kota Batam, pada Senin 14 November, tampak lengang. Sampai pukul 12.00 WIB, banyak toko-toko di kawasan tersebut tutup dan tak beroperasi seperti biasa. Hanya ada beberapa warga yang berseliweran di depan toko.

Pantauan di lokasi, beberapa aparat kepolisian tampak berjaga-jaga. Mereka melakukan pengamanan di beberapa sudut pertokoan. Sebagian polisi yang mengendarai mobil patroli mengimbau masyarakat tetap membuka tokonya dan beraktivitas seperti biasa.

"Kami imbau masyarakat tetap membuka tokonya dan beraktivitas seperti biasa. Situasi Kota Batam saat ini aman terkendali," kata seorang polisi kepada warga dan pemilik toko di kawasan tersebut.

Baca: Menperin: Jangan Sampai Demo di Batam Bikin Lapangan Kerja Hilang

Seperti diketahui, situasi di Kota Batam akhir-akhir ini diramaikan aksi demonstrasi. Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan mendesak pemerintah mencabut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 148 tahun 2016 dan Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam No 19 tahun 2016 tentang penyesuaian tarif baru sewa lahan atau uang wajib tahunan otorita (UWTO) di Batam.  

Aksi demonstrasi dilanjutkan selama tiga hari, mulai 14, 15, dan 16 November 2016. Massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) UWTO itu turut meminta dukungan pelaku usaha dengan cara menutup toko selama tiga hari. 


Pertokoan di Nagoya dan Jodoh, Batam tidak beraktivitas.

Koordinator Geram UWTO Syaiful Badri mengatakan, tutup toko selama tiga hari tersebut sifatnya hanya imbauan sebagai bentuk solidaritas terhadap unjuk rasa menolak UWTO. "Hanya imbauan, bukan paksaan. Silakan bagi masyarakat yang ingin tetap membuka usahanya, kami tak melarang," kata Syaiful.  

Pihak kepolisian cepat merespons situasi tersebut. Mereka langsung turun ke lapangan dan meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Humas Polda Kepri AKBP S Erlangga menegaskan, situasi di Batam saat ini aman terkendali meski akan ada demo selama tiga hari menolak UWTO.

Baca: Batam Mencekam, Ini Wejangan TNI

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Batam tetap tenang dan menjalankan kegiatannya seperti biasa.

"Terkait rumor di media sosial yang menyampaikan bahwa di Batam akan berlangsung demo besar-besaran dan pasca aksi pembakaran belasan rumah di Bengkong Sadai, yang menggambarkan seolah-olah Batam rusuh dan kacau, hal tersebut tidak benar," tegas Erlangga. 

Seluruh jajaran kepolisian di lingkungan Polda Kepri, kata dia, hingga saat ini terus bekerja untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam. "Kepolisian terus bekerja siang dan malam untuk menjaga keamanan di Batam. Unit-unit patroli juga terus memantau situasi keamanan di kota ini. Jadi kami tegaskan bahwa Batam aman meski akan ada demo pada 14, 15, dan 16 November 2016," ujarnya.


(SAN)