Bandar 35 Kg Sabu di Medan Divonis Mati

Puji Santoso    •    Rabu, 07 Nov 2018 18:08 WIB
narkoba
Bandar 35 Kg Sabu di Medan Divonis Mati
ilustrasi Medcom.id

Medan: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara memvonis hukuman mati kepada seorang bandar (BD) narkoba jaringan internasional. Terdakwa, Zoel divonis mati karena terbukti secara sah dan meyakinkan mengedarkan 35 kilogram (kg) narkotika golongan I jenis sabu.

"Perbuatan terdakwa dianggap dapat merusak generasi muda bangsa," kata Ketua hakim Dominggus Silaban dalam sidang putusan di Ruang Cakra 6 PN Medan, Rabu, 7 November 2018.

"Mengadili dan menghukum mati terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Silaban.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sarjani Sianturi yang menuntut pria asal Dusun Tgk Tanjong Desa Matang Drien Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara, Aceh ini dengan hukuman mati.

Mendapat putusan tersebut, pria 35 tahun ini hanya terdiam. Dia lalu menoleh ke penasehat hukumnya yang kemudian menyatakan mengajukan banding ke majelis hakim.

"Kami banding pak hakim," kata penasehat hukum terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, diketahui bahwa terdakwa bersama-sama dengan Dedi Saputra Marpaung Bin Sobari, Amiruddin Alias Amir Alias Edoi (masing-masing dituntut dalam berkas terpisah) dan Amrizal Alias Amri (Meninggal Dunia) pada Minggu, 25 Februari 2018 sekira pukul 13.00 WIB lalu ditangkap petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan dalam sebuah penangkapan terpisah di Jalan Asrama (depan pool Simpati Star), Kelurahan Sei Sikambing C-2, Kecamatan Medan Helvetia Medan.

Dari penangkapan itu polisi berhasil mengamankan total 35 kilogram sabu yang siap diedarkan.

Sebelumnya dalam sidang pledoi terdakwa, terdakwa Zoel membantah kalau dirinya sebagai pemilik sabu tersebut. Dia mengaku hanya sebagai kurir dengan diupah Rp40 juta. Namun hakim beranggapan lain. Terdakwa Zoel dinilai terbukti menjadi bandar narkoba sehingga majelis hakim PN Medan mengganjar terdakwa dengan hukuman mati.


(ALB)