Kepala BP Batam Patuh soal Ex-Officio

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 26 Dec 2018 18:54 WIB
bp batam
Kepala BP Batam Patuh soal Ex-Officio
Suasana Kota Batam (FOTO: Medcom.id/Anwar Sadat)

Batam: Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat ini menunggu regulasi terkait keputusan pemerintah menetapkan Wali Kota Batam sebagai ex-officio Kepala BP Batam yang baru. Sebelum regulasi itu terbit, Lukita tetap menjalankan tugasnya memimpin BP Batam.

Demikian disampaikan Lukita kepada Medcom.id seusai konferensi pers pemaparan pencapaian kinerja BP Batam 2018 dan target kinerja BP Batam 2019, di Lantai 8, Gedung Bida Utama BP Batam, Rabu, 26 Desember 2018.

"Keputusan resminya (pergantian Kepala BP Batam, ex-officio oleh Wali Kota Batam) sudah ada. Tinggal menunggu regulasi (keputusan) secara tertulis dari pemerintah," ujar Lukita. Mantan Sesmenko Perekonomian ini akan menunggu regulasi tersebut hingga 31 Desember.

Baca: Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Lukita mengaku kaget dengan keputusan pemerintah yang akan meleburkan BP Batam ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan jabatan kepala BP Batam dijabat ex-officio oleh Wali Kota Batam. Ia mengaku kaget, terlebih keputusan tersebut muncul di saat perekonomian Batam mulai bangkit lagi setelah sempat merosot di dua tahun sebelumnya. 

"Tentu kami kaget. Sebagai pengelola kawasan Pulau Batam, target yang ingin kami capai adalah perekonomian Batam tumbuh tujuh persen. Dan sekarang perekonomian kita (Batam) terus tumbuh, saat ini tumbuh 4,5 persen. Target kami tahun depan bisa mencapai tujuh persen," ungkapnya. 

Meski demikian, sebagai bagian dari pemerintah pusat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Lukita mengaku patuh pada keputusan pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Dalam regulasi yang akan diterbitkan pemerintah tersebut, sambung Lukita, hanya menyebutkan tentang perubahan pejabat Kepala BP Batam, sedangkan keberadaan lima deputi BP Batam menjadi kewenangan Dewan Kawasan (DK).

"(Pergantian) Hanya Kepala BP Batam, sedangkan para deputinya itu menjadi kewenangan Dewan Kawasan," ujarnya. Lukita masih tetap akan menjalankan tugasnya sebagai Kepala BP Batam hingga regulasi soal ex-officio Kepala BP Batam dijabat Walikota Batam diterbitkan pemerintah. 

Ditanya apakah dirinya akan kembali ke kementerian asal, yakni Kementerian Perekonomian? Lukita mengaku belum tahu akan ditempatkan di mana. Ia menagku, sebagai ASN siap ditugaskan di manapun. "Belum tahu. NIK ASN saya aslinya ada di Bappenas RI, jadi belum tahu nanti akan ditempatkan di mana," ujarnya. 

Di bawah kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir kepemimpinannya mencapai USD592,9 juta. Nilai investasi itu sudah termasuk investasi di Pulau Nipah, yang berada di luar KPBPB Batam. 

Adapun realisasi investasi hingga hingga kuartal IV-2018 mencapai USD391,8 juta. Terlebih dengan keluarnya aturan tentang Online Single Submission (OSS), BP Batam tak menemui kesulitan dalam mengakses sistem OSS terkait dengan berbagai perizinan investasi untuk mendorong realisasi investasi di Batam. 

"Investasi PMA ini berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 4,5 persen. Harapan kami, angka ini terus meningkat pada 2019," ujarnya. Sedangkan dari sisi pertumbuhan pendapatan BP Batam pada tahun ini mampu mencapai Rp974 miliar. 

Angka tersebut, menurut Lukita, naik sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini cukup menggembirakan karena di saat bersamaan BP Batam justru menurunkan beberapa tarif layanan. Adapun realisasi kenaikan pendapatan sesuai dengan target yang dicanangkan mencapai Rp1,227 miliar. 

Pencapaian dan prestasi lain yang berhasil ditorehkan BP Batam yakni postur anggaran BP Batam di 2017-2018 mampu surplus sebesar Rp269 miliar. Padahal dua tahun sebelumnya, sambung Lukita, terjadi defisit anggaran dalam postur anggaran BP Batam.

"(Postur anggaran) Kami canangkan pada 2018. Salah satunya, belanja kita kontrol, sehingga kita bisa tingkatkan saldo pada postur anggaran kita. Dan hingga Desember 2018, kita mampu surplus sebesar Rp268,97 miliar," ungkapnya. Prestasi lainnya yakni BP Batam meraih predikit WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI.

"Dan beberapa pencapaian lainnya, seperti ship to ship di kawasan jalur lalu lintas kapal perairan Batam, peningkatan izin usaha di KPBPB Batam, izin pemasukan dan pengeluaran barang di pelabuhan, izin peluncuran kapal yang mengalami peningkatan signifikan pada 2018, izin asal ekspor, izin investasi di PTSP BP Batam, dan pencapaian lainnya," pungkas Lukita.

Hadir mendampingi Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, yakni Anggota I/Deputi bidang Administrasi dan Umum Purwiyanto, Anggota II/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan Yusmar Anggadinata, Anggota III/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha dijabat Dwianto Eko Winaryo, Anggota IV/Deputi bidang Pengusahaan Sarana dan Lainnya Mayjen TNI Eko Budi Soepriyanto, Direktur Lalin BP Batam mewakili Deputi 5 BP Batam Novi, dan Direktur Humas dan Promosi BP Batam Budi Susanto.  


(ALB)