Warga Diminta Menyerahkan Senjata Api Rakitan pada Aparat

Alwi Alim    •    Jumat, 07 Jul 2017 16:28 WIB
senjata api
Warga Diminta Menyerahkan Senjata Api Rakitan pada Aparat
Polda Sumsel juga bersinergi dengan TNI untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai latihan -- MTVN/Alwi Alim

Metrotvnews.com, Palembang: Warga yang memiliki senjata api rakitan diminta segera menyerahkan ke Kepolisian. Hal ini dilakukan untuk menekan pasokan senjata kepada kelompok radikal ataupun digunakan sebagai tindakan kriminal.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, pihaknya bakal merazia sejumlah bengkel senjata api rakitan. "Kalau memang didapati ada senjata api rakita, akan dijerat dengan UU darurat, di mana hukuman minimal 12 tahun. Jika masyarakat menyerahkan, maka akan diberikan penghargaan," kata dia di Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat 7 Juli 2017.

(Baca: Terduga Teroris Menggunakan Senpi Rakitan)

Masyarakat dapat menyerahkan senjata api rakitan ke Kodam, Kepolisian, atau penegak hukum lainnya. Hingga saat ini, sudah ada 41 senjata api rakitan yang diserahkan.

"Senjata api rakitan ini telah dimusnahkan sebagai barang bukti. Tapi, kami akan terus mendalaminya untuk mencari perakitnya," ungkap Agung.

Selain itu, Polda Sumsel juga bersinergi dengan TNI untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai latihan. "Selama ini memang ada latihan di masing-masing intitusi. Semakin banyak latihan, maka semakin baik," lanjut Agung.

Latihan gabungan ini juga sebagai bentuk antisipasi terhadap kelompok radikal dan pelaku terorisme. Latihan sekaligus pesan nyata bagi oknum atau kelompok tertentu agar tidak coba-coba mengganggu dan membuat kegaduhan di Sumsel.

(Baca: Polisi Berantas Perajin Senjata Api)

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI A.M. Putranto menambahkan, akan menjaga Sumsel tetap aman dan nyaman. "Tidak boleh ada terorisme di Sumsel atau kami sikat habis," tegasnya.

Menurutnya, sudah tugasnya sebagai TNI untuk selalu menjaga keamanan NKRI dari segala ancaman. "Karena itu, kami dan Polda akan terus meningkatkan keamanan," pungkasnya.

 


(NIN)