BI Gandeng TNI AL Tukar Uang Baru di Pulau Terluar

Anwar Sadat Guna    •    Selasa, 08 Aug 2017 15:15 WIB
bank indonesia
BI Gandeng TNI AL Tukar Uang Baru di Pulau Terluar
Danlantanal IV Brigjen TNI R Eko Suyatno bersama Kepala BI Wilayah Kepri Gusti Raizal Eka Putra (dua dari kiri) sebelum pelepasan Tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling, di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa, 8 Agustua 2017.

Metrotvnews.com, Batam: Bank Indonesia bersama TNI AL menggelar Ekspedisi Layanan Kas Keliling untuk melayani penukaran uang di pulau-pulau terluar dan terdepan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penukaran uang baru dilakukan mulai 8-15 Agustus 2017. 

Untuk mendukung kegiatan ini, TNI AL mengerahkan KRI Teluk Sabang 455 beserta puluhan personel, termasuk beberapa utusan dari Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Kepri.

Kepala Perwakilan BI Wilayah Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, ekspedisi ini memfokuskan kegiatan di lima pulau terdepan NKRI, yakni Pulau Jemaja, Pulau Tarempa, Pulau Sekatung/Laut, Pulau Natuna, dan Pulau Subi. Semuanya berada di wilayah Provinsi Kepri.

"Jumlah uang yang kami siapkan dalam kegiatan ini mencapai Rp4,5 miliar. Semuanya akan kami distribusikan secara merata di pulau-pulau tersebut," kata Gusti saat acara pelepasan tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, ekspedisi ini ditargetkan dapat melayani masyarakat di pulau-pulau terluar untuk menukarkan uang lusuh dengan uang baru. "Kondisi yang ada di pulau-pulau terluar saat ini, uang yang beredar di masyarakat sudah banyak yang lusuh sehingga perlu ditukar dengan uang baru," ungkapnya.

Adapun pecahan mata uang yang dapat ditukarkan masyarakat di pulau-pulau tersebut yakni Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000. Semuanya menggunakan mata uang seri terbaru.

Meski tinggal di pulau terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tambah Gusti, masyarakat masih setia menggunakan mata uang rupiah untuk bertransaksi. 

"Kami belum ada menemukan mereka menggunakan mata uang ringgit Malaysia atau dolar Singapura bertransaksi untuk keperluan sehari-hari. Kalau pun mereka punya ringgit atau dolar Singapura hanya untuk disimpan, bukan untuk keperluan bertransaksi di wilayah NKRI," tegasnya. 

Komandan Lantamal IV Brigjen TNI Ribut Eko Suyatno menyatakan, kegiatan Ekspedisi Layanan Kas Keliling ini merupakan perwujudan kerjasama atau MoU yang telah ditandatangani BI dengan TNI AL baru-baru ini. 

"Kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Terlebih lagi, momentnya sangat tepat yakni pada bulan Agustus bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017," ungkap Eko dalam acara pelepasan tim Ekspedisi Layanan Kas Keliling di Pelabuhan Batuampar, Batam.

Kegiatan ini, sambung dia, juga sejalan dengan keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar perwakilan atau komunitas perbankan ikut mendukung Sentra Perikanan dan Kelautan Terpadu yang saat ini dibangun pemerintah di Ranai, Kabupaten Natuna.

Sentra ini nantinya menjadi tempat penampungan dan pelelangan ikan dari seluruh nelayan ayang ada di Natuna dan sekitarnya sehingga akan terjadi transaksi keuangan antara nelayan dan pihak pembeli.

"Kehadiran perbankan sangat diharapkan agar dapat mendukung kelancaran transaksi di Sentra Perikanan dan kelautan Terpadu tersebut," pungkasnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik terobosan yang dilakukan BI untuk memberikan layanan penukaran uang baru kepada masyarakat di pulau-pylau terluar. 

"Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BI bersama TNI AL untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang baru. Kita harapkan, kegiatan ini dapat memacu pemerataan ekonomi di daerah agar ekonomi masyarakat juga lebih menggeliat lagi," ujarnya. 



(ALB)