Imunisasi MR di Riau Baru Mencapai 15,7%

Rudi Kurniawansyah    •    Jumat, 07 Sep 2018 17:38 WIB
Imunisasi Measles Rubella (MR)
Imunisasi MR di Riau Baru Mencapai 15,7%
ilustrasi

Pekanbaru: Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau optimistis dapat memenuhi target sebesar 95% dari total 1.955.659 anak umur 9 bulan hingga 15 tahun yang harus mendapatkan vaksinasi gratis di daerah itu. Sejauh ini, capaian imunisasi MR di Riau hingga September baru sekitar 15,7%. Jumlah itu sedikit lebih baik dibandingkan Aceh yang hanya sekitar 6,7%.

"Kita optimistis. Mudah-mudahan dengan keluarnya fatwa MUI nomor: 33 tahun 2018 tentang imunisasi MR, masyarakat sudah mempunyai acuan atau pedoman untuk melaksanakan imunisasi MR kepada anggota keluarganya," jelas Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Kamis, 7 September 2018.

Mimi menjelaskan, kesadaran dari masyarakat atas ancaman bahaya penyakit campak dan rubella diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan capaian imunisasi MR di Riau. Apalagi fatwa MUI telah memberikan acuan yang jelas bagi masyarakat terkait polemik halal dan haram vaksin MR tersebut.

"Saya sudah ketemu langsung dengan orang tua yang anaknya menderita akibat penyakit campak dan rubella. Ada 80 orang yang mewakili komunitas-komunitas. Gak tega melihat dan mendengarkan mereka menceritakan kisahnya. Itu yang mau membuka diri dan mungkin masih ada lagi yang lainnya," jelas Mimi.

Mimi mengungkapkan, untuk mengejar pencapaian target imunisasi MR di Riau, pihaknya akan mengambil sejumlah langkah inisiatif. Di antaranya mensosialisasikan tentang fatwa MUI nomor: 33 tahun 2018 oleh semua perangkat daerah dan semua yang terlibat di dalam kelompok kerja (Pokja) MR. 

"Tentunya dalam hal ini dukungan MUI sangat diperlukan untuk mensosialisasikan dan yang terpenting tentunya dukungan kepala daerah," ujar Mimi.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga segera mendistribusikan surat edaran dari Kemenkes, Kemendagri, surat telegram dari Kapuskes TNI, surat dari Dirjen P2 Kemkes RI, dan surat komitmen bersama Dinkes Riau dan MUI Riau tentang pelaksanaan imunisasi MR.

"Semua surat itu akan dikirimkan bersama surat edaran gubernur ke bupati dan wali kota se-Riau," jelasnya.

Menurut Mimi, berdasarkan data sampai per 1 September, ada beberapa kabupaten dan kota yang pergerakannya lambat. "Insyaallah setelah ini (fatwa MUI) bisa memacu capaian seperti kabupaten dab kota lainnya," kata Mimi.


(ALB)