Banyak Pelabuhan Transit Narkoba di Sumut

Farida Noris    •    Jumat, 11 May 2018 14:13 WIB
narkoba
Banyak Pelabuhan Transit Narkoba di Sumut
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Jumat, 11 Mei 2018. Medcom.id/Farida Noris

Medan: Pantai timur Sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung, merupakan wilayah paling rawan penyeludupan narkoba. Namun, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sasaran terbesar karena memiliki banyak pelabuhan ilegal.

"Karena banyak sekali pelabuhan ilegal. Setiap tempat yang memungkinkan untuk masuk, mereka akan masuk," kata Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Jumat, 11 Mei 2018.

Tak heran bila Sumut menduduki peringkat nomor dua tertinggi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia setelah DKI Jakarta. Kondisi ini disebabkan pengawasan di garis pantai relatif lemah.

"Kita sudah kordinasi. Tapi banyak instansi yang belum satu visi. Mungkin mereka belum memperioritaskan pemberantasan narkoba," kata Arman.

BNN sudah bekerja sama dengan Bea Cukai, Angkatan Laut, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Tapi kelihatannya ini belum begitu padu," ungkap Arman.

Penerapan sanksi juga dinilainya belum maksimal lantaran masih ada ego sektoral. Padahal, ancaman hukuman terhadap pelaku kejahatan narkotika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sudah cukup tegas dan keras.

"Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hukum yang keras di dunia, karena bukan hanya mengatur hukuman badan tapi juga hukuman mati," beber Arman.


(SUR)