Warga Tebing Tinggi Terancam Tak Dapat Menggunakan Hak Pilih

Catur Hariono    •    Jumat, 04 Nov 2016 11:31 WIB
e-ktp
Warga Tebing Tinggi Terancam Tak Dapat Menggunakan Hak Pilih
Petugas membantu merekam data identitas warga dalam pembuatan E-KTP di Kantor Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Foto: Antara/ Aditya Pradana

Metrotvnews.com, Tebing Tinggi: Sekitar sebelas ribu warga di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada serentak 2017. Warga belum melakukan perekaman data KTP elektronik atau e-KTP.

Untuk memutakhirkan data pemilih pada pemilu wali kota dan wakil wali kota pada 15 Februari 2017 mendatang, KPU Tebing Tinggi menggelar rapat dengan pemerintah kota. Rapat dihadiri Komisioner KPU, Panwaslih, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta camat dan lurah di Kota Tebing Tinggi.

"Masih banyak warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP. Dari sekitar 123.925 warga, baru sekitar 112.900 warga yang melakukan perekaman data e-KTP," kata Komisioner KPU Kota Tebing Tinggi Wal Ashri, Jumat (4/11/2016).

Berdasarkan hasil pencocokan data pemilih di lapangan, KPU Kota Tebing Tinggi telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 106.529 pemilih. Data tersebut akan terus dimutakhirkan hingga ditetapkan sebagai daftar pemilih tetap pada 6 Desember mendatang.

"Warga diimbau melapor ke petugas pemutakhiran data pemilih jika belum terdaftar sebagai DPS dengan menunjukan e-KTP atau surat keterangan telah melakukan perekaman data e-KTP," katanya.

Dia menambahkan, perbedaan data jumlah DPS dengan jumlah warga yang telah merekam e-KTP lantaran tidak semua warga dapat diverifikasu saat dilakukan pendataan. 

Baca juga: ?Warga yang belum Rekam e-KTP akan Sulit Urusi Administrasi



(MEL)