Harapan Warga Baringin untuk Menghindari Galodo

Alex Rajes    •    Selasa, 06 Nov 2018 19:43 WIB
bencana banjir
Harapan Warga Baringin untuk Menghindari <i>Galodo</i>
Sejumlah warga nekat meniti jembatan putus dampak banjir bandang di kelurahan Baringin, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 6 November 2018. Medcom.id/Alex Rajes

Padang: Masyarakat Baringin, Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, meminta pemerintah kota membuka kembali aliran sungai ke Gurun Kudu.  Warga menilai ini salah satu cara mengatasi galodo (banjir bandang) yang terjadi pada Jumat, 2 November 2018.

"Sungai Baringin memiliki dua cabang, satu ke arah Kelurahan Tarantang dan satu lagi ke arah Gurun Kudu, Koto Lalang. Namun, aliran ke arah Gurun Kudu ditutup sejak awal 2000 karena proyek irigasi Kapalo Banda Tarantang," kata warga setempat, Lamsuit pada Medcom.id, Selasa, 6 November 2018.

Aliran ke Sungai ke Kudu ditutup karena debit air dari Sungai Baringin kecil. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan debit air irigasi.

"Kalau aliran ini tidak dihidupkan, nagari ini akan terus direndam banjir bandang bila curah hujan tinggi," kata Lamsuit.

Ketua Kelompok Tani Guru Kudu Syaiful One juga berharap aliran sungai ke Gurun Kudu itu dibuka kembali. Debit air di Sungai Baringin tidak lagi meluap bila hujan deras tiba.

Baca: Meniti Tali Kawat Jembatan Ambruk

"Di samping itu, masyarakat petani di Gurun Kudu atau pun Pulau Jawi-jawi sebelah Gurun Kudu, bisa mendapatkan aliran air sawah lebih banyak. Kondisi ini sudah berlangsung sejak 15 tahun lalu " kata Syaiful.

Aliran sungai ke Gurun Kudu yang ditutup berada sekitar 400 meter sebelum proyek Jembatan Baringin yang hanyut diterjang banjir bandang.

Lurah Baringin Admiral mengatakan kerangka jembatan besi yang hanyut dihantam banjir bandang berdimensi 8x6 meter. Jembatan ini menghubungkan kampung Baringin dengan Kampung Pulau.

“Tidak hanya menghanyutkan jembatan, luapan air menyebabkan jembatan gantung yang berada di sisi pembangunan jembatan ikut putus dan tidak bisa dilewati,” papar Admiral.

Total nilai proyek pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp8 miliar dari APBD Kota Padang. PT Semen Padang membuat jembatan darurat dengan biaya Rp400 juta sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporat.

Baca: 1.400 Rumah di Padang Terdampak Banjir


(SUR)