Longsor Akibatkan 10 Nagari di Sijunjung Terisolasi

Alex Rajes    •    Senin, 05 Nov 2018 19:41 WIB
tanah longsor
Longsor Akibatkan 10 Nagari di Sijunjung Terisolasi
Tanah longsor di Sijunjung, Sumbar, mengakibatkan sepuluh nagari terisolasi, sumber foto: istimewa

Sijunjung: Banjir dan longsor pada Minggu, 4 November 2018, di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, mengakibatkan satu orang meninggal. Sepuluh nagari atau kampung terisolasi lantaran jalur utama longsor.

Pemerintah Kabupaten Sijunjung menetapkan masa tanggap darurat hingga dua pekan ke depan. Pemkab mengerahkan petugas untuk menangani jalur yang mengubungkan Muaro Sijunjung, ibu kota kabupaten, menuju sepuluh nagari itu.

"Kita harus bikin jalan baru. Sebab perbaikan jalan amblas membutuhkan biaya lebih besar dan waktunya lama. Apalagi, kondisi tanah berpotensi longsor," ungkap Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Senin, 5 November 2018.

Yuswir berharap warga sukarela menyerahkan tanah untuk membuat jalan baru. Sebab Pemkab tak memiliki anggaran khusus untuk memberikan ganti rugi atas tanah itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sijunjung, Hardiwan, mengatakan tokoh adat dan warga akan bermusyawarah membahas soal jalan baru itu. Bila tak segera ditangani, ujar Hardiwan, sepuluh nagari itu akan lama terisolasi.

"Ada 10 nagari yang kini terisolasi, karena jalan sama sekali tak bisa digunakan. Putus total," kata Hardiwan.

Sepuluh nagari itu yaitu Tanjung Banai, Tanjung Aua, Tanjung Labuah, Sumpur Kudus, Sumpur Kudus Selatan, Lantai, Sisawa, Unggan, Unggan Bukik dan Tampa Rungo. 


(RRN)