Ratusan Warga Lau Chi Desak PTPN II Hentikan Aktifitas di Tanah Ulayat

Farida Noris    •    Senin, 07 Aug 2017 16:56 WIB
unjuk rasa
Ratusan Warga Lau Chi Desak PTPN II Hentikan Aktifitas di Tanah Ulayat
Ratusan warga Lau Chi menggelar unjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara -- MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan warga Lau Chi menggelar unjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara. Mereka menuntut PTPN ll menghentikan penggusuran di tanah Ulayat Sebayak Lau Chi di Desa Simalingkar.

"Hak-hak kami direbut oknum PTPN II. Semuanya seakan tutup mata terhadap permasalahan kami. Kami diusir dari tanah leluhur yang telah ditempati untuk pemukiman dan pertanian selama turun-temurun," kata Kristiani Boru Surbakti, 29, warga Ulayat Sebayak Lau Cih, Senin 7 Agustus 2017.

Kristiani juga menyesalkan tindakan PTPN II yang tidak mengindahkan rekomendasi DPRD Sumut. Padahal, sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), PTPN II diminta menghentikan pembersihan lahan atau penggusuran.

Iwan, koordinator aksi, mengatakan, mereka telah dua minggu lebih menginap di Kantor DPRD Sumut. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan PTPN II yang menggusur warga.

"Namun, hingga saat ini tak ada penyelesaian. Warga terpaksa meninggalkan kampung mereka karena semakin banyak oknum yang berjaga di kawasan itu, sehingga warga ketakutan. Kami diancam di tanah kami sendiri, karena itu kami ingin mencari keadilan," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Sumut meminta kepada pihak keamanan dan PTPN II agar tidak melakukan aktivitas apa pun terkait dengan penggusuran. Namun, rekomendasi itu tak diindahkan.

Konflik lahan antara warga Lau Cih dengan PTPN II sudah berlangsung sangat lama. PTPN II melakukan penggusuran dengan dalih tanah yang ditempati warga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU).


(NIN)