Makmur Masih Menunggu IAH Pulang ke Rumah

Farida Noris    •    Selasa, 30 Aug 2016 18:40 WIB
bom bunuh diri
Makmur Masih Menunggu IAH Pulang ke Rumah
IAH saat diinterogasi penyidik. Foto: Polresta Medan

Metrotvnews.com, Medan: Kesedihan mendalam dialami Makmur Hasugian, ayah dari IAH, 17, tersangka kasus bom rakitan di Gereja Katolik St Yosep Medan. Kini, Makmur tak lagi bisa merasakan kehadiran IAH di rumah.

"Yang kita tahu selama ini, kalau dia sekolah, dia ke sekolah. Ibadah tidak pernah ditinggal," kata Makmur dengan suara parau, Selasa (30/8/2016).

Makmur masih mengingat persis bagaimana selama ini ia menunggu putranya itu pulang dari masjid setelah melaksanakan ibadah. Setiap malam, Makmur selalu menunggu duduk di bangku depan rumahnya. 

"Tadi malam pun saya menangis. Setiap malam saya duduk di kursi di depan rumah saya, menunggu dia selesai ibadah apa belum. Kalau belum pulang, saya belum kunci pagar. Tadi malam sudah nggak ada lagi," kata Makmur

Selama ini, ucap Makmur, IAH selalu menurut apa yang diperintahkan orang tua. Putra bungsu dari tiga bersaudara itu bahkan dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah.

"Kalau kebiasaannya, jangankan sehari-hari, sejak kecil pun dia orangnya baik, orangnya taat. Apa-apa yang disuruh, dikerjakannya," urainya.

Makmur juga telah menjenguk IAH yang ditahan di Mapolresta Medan. Dia mengaku sedih melihat kondisi putranya itu.

"Tadi malam saya bertamu mengunjungi anak saya ke Polresta Medan. Badannya sudah seperti tapai. Kasihan sekali. Saya sebagai bapaknya, bagaimanalah arti saya sebagai bapak," ucap Makmur sedih.

IAH ditangkap usai menebar teror bom dan berupaya menyerang pemuka agama di Gereja Santo Yosep pada Minggu 28 Agustus pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom yang dibawanya. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang Pastor Albret S. Pandiangan dengan pisau. 

Polresta Medan telah menetapkan IAH sebagai tersangka kasus percobaan peledakan bom rakitan di Gereja Santo Yosep. IAH dijerat UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak. 

Selain itu, IAH juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.



(UWA)