Panglima TNI Berjanji Tuntaskan Kasus Kekerasan Wartawan di Medan

Budi Warsito    •    Jumat, 09 Sep 2016 17:04 WIB
kekerasan terhadap wartawan
Panglima TNI Berjanji Tuntaskan Kasus Kekerasan Wartawan di Medan
Sejumlah awak media mendesak Komandan Landasan Udara Soewondo, Medan, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara segera dicopot (Foto: MTVN/Budi Warsito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo berjanji akan selesaikan kasus kekerasan, pelecehan dan penghalangan peliputan yang menimpa beberapa jurnalis di Medan. 

Pernyataan itu dilontarkan usai bertemu dengan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis, 8 September 2016.‎ 

Dewan Pers memberikan berkas laporan Tim Program Kerja (Pokja) langsung kepada Panglima TNI. Berkas laporan tersebut merupakan hasil dari penelusuran lapangan terkait kasus yang menimpa jurnalis dari beberapa media di Medan. 

“Kami bertemu hampir satu jam. Kita serahkan laporan dari Tim Pokja kekerasan terhadap wartawan, dan beliau sendiri yang menerima. Panglima TNI janji akan menindak lanjuti, namun beliau minta waktu karena ada dua jalur. Sebab, beliau mendorong POM AU aktif dan juga ada tim di bawah dirjen yang disiapkan untuk mem-backup. Panglima akan cover progresnya,” kata Stanley, panggilan Yosep, dalam keterangan tertulisnya.

Baca: Wartawan Dianiaya Prajurit TNI AU di Medan

Ketua Dewan Pers juga menjabarkan obrolan lain dengan Panglima TNI. Obrolan itu terkait desakan agar di dalam proses penyelesaian kasus di Medan tidak diperlambat. 

“Tadi kami sampaikan proses ini berjalan lambat di lapangan dan temen-temen di Sumut berharap ini bisa serius dan lebih cepat merespon karena publik juga menunggu apa tindak lanjut dari POM AU,” kata Stanley.



Hal lain yang turut disampikan ketua Dewan Pers adalah terus berulangnya kasus serupa yang dilakukan Korps TNI AU, seperti yang terjadi di Kota Pekanbaru, Padang, Malang, dan Kota Medan. 

“Sementara di TNI AD sudah tidak ada lagi kekerasan. Nah, apakah ada sesuatu di balik kekerasan ini yang terkait dengan Matra AU kita,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, Panglima setuju usulan Dewan Pers untuk membuat nota kesepahamanan atau memorandum of understanding (MoU) guna mencegah kasus kekerasan terhadap wartawan.

"Targetnya Februari 2017 selesai dengan penandatanganan turut disaksikan Presiden,” ujarnya.

Pada Senin 15 Agustus sejumlah jurnalis di Medan terluka saat meliput sengketa lahan yang terjadi di Medan. Dua kubu yaitu warga dan TNI AU saling mengklaim lahan. Bahkan, ada wartawan perempuan yang sempat dilecehkan oknum prajurit TNI AU.


(UWA)