Warga Pinggir Rel Kota Medan Minta Relokasi

Farida Noris    •    Kamis, 15 Sep 2016 15:13 WIB
unjuk rasa
Warga Pinggir Rel Kota Medan Minta Relokasi
Masyarakat Pinggir Rel Kota Medan, Sumatera Utara, minta direlokasi sebelum digusur PT KAI (Foto: MTVN/Farida Noris Ritonga)

Metrotvnews.com, Medan: Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel Kota Medan, Sumatera Utara, berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Sumatera Utara. Mereka meminta direlokasi sebelum rumah mereka digusur guna pembanguna rek kereta jalur ganda oleh PT Kereta Api Indonesia.

Pantauan Metrotvnews.com, unjuk rasa ini diikuti pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama sambil memegang sejumlah poster dan spanduk tuntutan. Unjuk rasa dilanjutkan ke gedung DPRD Sumatera Utara. 

"Kami minta pertanggungjawaban negara untuk melindungi warganya. Kami minta agar diperhatikan serta mendapat perlindungan yang layak," kata Ketua FKMPR Kota Medan Jhoni Naibaho, Kamis (15/9/2016).

Aksi sempat membuat macet sehingga arus lalu lintas dialihkan. Anak-anak peserta unjuk rasa juga tak terkendali saat melihat penjual makanan dan minuman di lokasi aksi.

Massa mendesak penggusuran itu dibatalkan apabila tidak ada relokasi pemukiman. Mereka mengaku tak punya tempat yang layak untuk tinggal setelah digusur dari pinggir rel.

"Boleh pembangunan itu dilakukan. Kami tidak halangi pembangunan. Tapi pikirkan masyarakat yang ada di dalamnya. Bagaimana nasib anak-anak ini? Mereka juga punya masa depan. Makanya kami menolak pembangunan sebelum ada relokasi. Relokasi harga mati," tegas dia.

Saat ini, ada 553 rumah di sepanjang pinggir rel kereta api yang akan dibongkar. Sebelumnya ada 874 rumah yang telah digusur guna pembangunan rel kereta api jalur ganda. Sehingga warga yang terdampak penggusuran tak punya tempat tinggal lagi.

"Terakhir kali pertemuan dilakukan pada 24 Agustus 2016 tapi tidak ada relokasi warga. Pembangunan ini dilakukan oleh orang-orang serakah dan pemerintah yang selingkuh. Kami diintimidasi bahkan kami dibentur-benturkan dengan ormas. Pembangunan ini justru menambah deretan gelandangan di negeri ini," kata Jhoni.


(TTD)