Abu Tours Dilarang Terima Calon Jemaah Baru

Antara    •    Kamis, 08 Mar 2018 09:46 WIB
penipuan
Abu Tours Dilarang Terima Calon Jemaah Baru
Suasana di kantor agen travel Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang, Sumatera Selatan, 14 Februari 2018, MI - Dwi Apriani

Palembang: Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan melarang agen travel Abu Tours menerima calon jemaah baru. Kemenag meminta Abu Tours menuntaskan pemberangkatan jemaah yang sudah mendaftar.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi mengatakan sudah membuat perjanjian dengan Abu Tours. Abu Tours, lanjut Zabidi, juga berjanji menuntaskan pemberangkatan calon jemaah yang tertunda.

Baca: Polda DIY Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Abu Tours

"Tapi janji itu harus dipertegas lagi supaya jemaah tak telantar saat di Arab Saudi, sewaktu menunaikan ibadah umrah," kata Zabidi di Palembang, Kamis, 8 Maret 2018.

Zabidi juga meminta travel terus melaporkan pemberangkatan jemaah. Tujuannya, kondisi jemaah terus terpantau.

Zabidi menyampaikan permintaan itu saat bertemu perwakilan Abu Tours. Polda dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel turut menyaksikan pertemuan tersebut. 

"Intinya masalah calon jemaah yang pemberangkatannya tertunda harus tuntas," ujar Zabidi.

Sementara Abu Tours, ungkap Zabidi, berjanji memberangkatkan 50 orang di tahap pertama. Abu Tours menjanjikan hal tersebut dalam pertemuan.

Awal Februari 2018, Polda Sumsel mendapat laporan dari calon jemaah Abu Tours. Mereka melaporkan agen travel tersebut atas dugaan penipuan. 

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan mendapat pengaduan 21 pelapor. Ia menduga ribuan warga yang menjadi korban. Namun baru 21 korban yang memiliki syarat dan memiliki bukti. Sehingga bukti itu diproses penyidik. Kerugiannya ditaksir mencapai kurang lebih Rp799 juta.

"Pihak Abu Tur harus bertanggung jawab, memberangkatkan atau mengembalikan uang jemaahnya. Sambil menunggu proses penyidikan kasus tersebut para jamaah diminta tenang dan tidak bertindak anarkis atau merusak kantor travel tersebut," ujar Kapolda.


(RRN)