Kejati Sumut Tahan 10 Tersangka Proyek Rigid Beton Sibolga

Farida Noris    •    Kamis, 02 Nov 2017 20:07 WIB
korupsi
Kejati Sumut Tahan 10 Tersangka Proyek Rigid Beton Sibolga
Sepuluh tersangka proyek pengerjaan Rigid Beton Dinas PU Sibolga diboyong ke mobil tahanan. Foto: MTVN/Farida Noris

Metrotvnews.com, Medan: Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, menahan sepuluh orang rekanan proyek pengerjaan Rigid Beton Dinas PU Sibolga TA 2015. Proyek tersebut sarat korupsi dan dinilai telah merugikan negara sebesar Rp10 miliar.

Sepeluh orang yang ditahan pada Kamis 2 November 2017 sore di antaranya Jamaluddin Tanjung selaku Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza (Direktur PT Enim Resco Utama), Yusrilsyah (Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri), Pier Ferdinan Siregar (Direktur PT Arsiva), Mahmuddin Waruwu (Direktur PT Andhika Putra Perdana).

Kemudian Erwin Daniel Hutagalung (Direktur PT Gamox Multi Generalle), Hobby S Sibagariang (Direktur PT Bukit Zaitun), Gusmadi Simamora (Direktur PT Andika Putra Perdana), Harisman Simatupang (Wakil Direktur CV Pandan Indah), serta Batahansyah Sinaga selaku Direktur VIII CV Pandan Indah.

"Sepuluh orang yang ditahan merupakan rekanan proyek. Mereka merupakan bagian dari 13 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik sejak beberapa waktu lalu," kata Kepala Tim Penyidikan, Tumpal Hasibuan, di Kejati Sumut.

Tumpal menyebutkan sebelum ditahan, kesepuluh tersangka ini telah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Kesepuluhnya ditahan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Medan.

Sementara untuk tiga tersangka lainnya berasal dari pihak penyelenggara yaitu Kadis PU Sibolga inisialnya MP dan PPK serta Ketua Pokja. Tiga tersangka lainnya diperiksa Selasa depan, 7 November 2017.

Tindak pidana korupsi ini terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi Perkerasan Beton Semen (Rigib Beton).

"Proyek ini bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 pada jalan masjid dengan nilai kontrak sebesar Rp 65 miliar. Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK RI sebesar Rp10 miliar," bebernya.

 


(SUR)